Inilah Dugaan-Dugaan Motif Bunuh Diri Gary Speed

Kalau suka, share artikel ini:
Narayana 734GARY Speed bicara penuh semangat dan optimistik di acara Footbal Focus BBC One pada Minggu (27/11) pagi waktu setempat. Ia mengulas tentang prospek Wales, tim yang diasuhnya sekarang, dan ambisi untuk tampil di Piala Dunia 2014.  Beberapa jam kemudian, Pada Minggu malam waktu setempat, sebuah kabar mengejutkan datang, pelatih Wales berusia 42 tahun ini ditemukan tewas tergantung di garasi rumahnya.
Dunia sepakbola Inggris Raya pun tercengang dan berduka. Banyak yang tak percaya. Namun, pihak kepolisian Cheshire memberi pernyataan bahwa Gary Speed pria berusia 42 tahun itu memang bunuh diri di rumahnya, di Huntington, Chester.
  
Berita kematian Speed juga dikonfirmasi oleh Asosiasi Sepakbola Wales (FAW). Mereka ikut berduka atas kematian sang pelatih. "Asosiasi Sepakbola Wales dengan sedih mengumumkan kematian pelatih tim nasional Gary Speed. Kami menyampaikan simpati dan bela sungkawa kami kepada keluarga," demikian keterangan di situs resmi FAW.
  
Apa yang jadi penyebab keputusan bunuh diri mantan pemain Leeds United, Everton, Newcastle United, dan Bolton Wanderers sebelum akhirnya pensiun di Sheffield United ini?
  
Seorang rekan yang sudah mengenal Speed selama dua dekade terakhir memang menuturkan kalau sobatnya itu belakangan memang terlihat tidak seceria biasanya. Namun, ia meyakini kalau hal itu tidak cukup kuat untuk membuat Speed memutuskan bunuh diri.
  
"Gary memang sedikit murung dalam dua atau tiga bulan terakhir. Ia sedikit kurang senang dengan nuansa politik dalam pekerjaannya di Wales meski tim itu tampil bagus di bawah arahannya," ujar rekan yang tidak disebutkan namanya itu kepada Daily Express.
  
"Tapi itu tidak menjelaskan kematiannya. Pasti ada sesuatu yang jauh lebih besar untuk menjelaskan sesuatu yang sedemikian drastis karena ia sangat menyayangi dua putranya, Ed, yang masih 14 tahun dan menekuni sepakbola, dan Tommy, yang baru 12 tahun tapi sudah menunjukkan bakat sebagai petinju," paparnya.
  
Sehari sebelum kematiannya, Stan Collymore yang merupakan mantan pemain klub Liverpool juga mengisyaratkan kalau Speed tengah memerangi depresi, sebagaimana dilansir Telegraph.
  
Spekulasi mengenai alasan Speed menyudahi hidupnya sendiri juga berembus di dunia maya. Speed diduga depresi karena tengah mengidap sebuah penyakit berat.
  
Selain itu juga muncul spekulasi bahwa peraih penghargaan Member of the Most Excellent Order of the British Empire (MBE)  tersebut depresi karena sebuah suratkabar akan memberitakan sebuah skandal dalam kehidupan pribadinya. Namun, suratkabar The Sun yang disebut-sebut sebagai media tersebut sudah melontarkan bantahan.
  
Speed punya rekam jejak berkilau saat masih aktif bermain. Salah satu torehannya adalah menjadi penampil terbanyak (352 caps) di Premier League 10 Seasons Awards yang menandai 10 tahun pertama gelaran Liga Primer.
  
Pria kelahiran Mancot, Wales, pada 8 September 1969 tersebut kemudian gantung sepatu pada usia 41 tahun. Sementara di level internasional, Speed tampil 85 kali untuk Wales sebelum memutuskan pensiun pada tahun 2004. Karirnya, baik di level klub maupun internasional, dinilai sebagai salah satu yang paling mengilap di sepakbola Wales.
  
Ia lantas beralih ke dunia kepelatihan. Sempat menukangi Sheffield United ia kemudian dipinang oleh timnas Wales.
   
Debut kompetitif Speed menukangi Wales ditandai dengan kekalahan 0-2 dari Inggris di kualifikasi Piala Eropa 2012. Wales juga sempat melorot ke posisi 117 peringkat dunia FIFA bulan Agustus 2011.
  
Speed lantas membuktikan diri bertangan dingin dengan membawa Wales menang atas Swiss dan Bulgaria di ajang yang sama. Wales pun melonjak ke posisi 45 peringkat dunia FIFA, sebuah posisi terbaik Wales dalam kurun waktu 17 tahun semenjak menghuni posisi 41.
  
Dengan usia yang masih muda, Speed pun digadang-gadang akan bisa membawa sepakbola Wales ke masa depan yang lebih cerah. Tetapi sebelum itu terjadi, awan mendung sudah datang seiring dengan kabar tragis, yang kemudian dikonfirmasi, bahwa Speed sudah mengakhiri hidupnya sendiri. 
TRIBUNnews.com
Kalau suka, tolong klik "like/suka" di bawah ini:
Kalau suka, share artikel ini: