Jose Mourinho Pernah Bikin Balotelli Menangis

Narayana 734Dari luar, Mario Balotelli terlihat sebagai sosok yang keras. Ia kerap melakukan tindakan-tindakan kontroversial di dalam dan di luar lapangan. Namun dalam hati, siapa yang tahu?
Ibunda Mario Balotelli, Silvia, mengungkapkan bahwa sang putra beberapa kali menangis saat merasakan emosi, salah satunya usai laga antara Italia melawan Jerman di semifinal Piala Eropa 2012, yang berakhir 2-1.
Balotelli, yang memborong kedua gol Italia, langsung menghampiri dan memeluk Silvia di tribun penonton begitu wasit meniup peluit akhir. Sang Ibunda mengungkapkan bahwa Balotelli menangis saat itu.
“Saat ia dalam kesulitan, merasa diserang atau dikecewakan, Mario akan bereaksi dengan menutup diri. Dia mengisolasi diri dari orang lain dan itu pula yang terjadi usai laga melawan Irlandia,” ujar Silvia, seperti dilansir La Gazzetta dello Sport.
“Kami kesulitan mengontaknya dan dia tidak mau membalas pesan singkat. Dua gol yang indah di laga penting itu membebaskan dirinya, karena talenta dan kejeniusannya muncul. Dia akhirnya berhasil membuktikan diri,” lanjutnya.
Balotelli, yang diadopsi Franco dan Silvia saat berusia dua bulan, juga pernah menangis saat masih dilatih Jose Mourinho di Inter Milan.
“Sangat jarang melihat Mario menangis. Yang terakhir mungkin gara-gara Jose Mourinho,” lanjutnya.
“Jarang juga melihat dia memeluk saya seperti itu di depan semua orang. Sama seperti semua anak muda, dia malu jika terlihat masih bersama Ibunya, tetapi saat itu dia terlalu gembira. Dia juga berbisik kepada saya agar memberinya hadiah dan membawa ayahnya ke Kiev. Saya pulang ke Italia, tetapi kami akan ada di sana hari Minggu,” ungkap Silvia.
Sebagai Ibu, Silvia memarahi Balotelli karena mendapat kartu kuning akibat merayakan gol dengan membuka baju.
“Katanya, dia muak dengan kritikan dari semua orang, yang tidak mau melakukan selebrasi, jadi dia melakukan hal tersebut. Anakku sering memberitahuku, katanya ‘aku tidak sombong, tetapi kurasa ada sesuatu yang istimewa dalam diriku’. Begitu dia bilang,” jelasnya.
Sementara itu, Franco sang ayah mengaku akan membawa coklat putih ke Kiev, sama seperti yang biasa ia berikan kepada Balotelli semasa kecil, sebelum keluar rumah untuk bermain bola.
Silvia tak lupa mengucapkan terimakasih kepada pelatih Italia, Cesare Prandelli. “Prandelli orang baik dan dia sudah mengajarkan banyak hal penting kepada putraku, jadi saya meneleponnya untuk mengucapkan terimakasih.”
Italia akan menghadapi Spanyol pada partai final Piala Eropa 2012 di Stadion Olympic, Kiev, Ukraina, Senin dini hari (2/6/12) WIB.
INILAH.COM

Maria Sharapova Pamer Bokong di Wimbledon

Narayana 734Pemandangan indah tersaji di arena tenis Wimbledon 2012, saat petenis putri Rusia, Maria Sharapova, menghadapi Anastasia Rodionova dari Australia.
Petenis berusia 25 tahun itu menunjukkan bagian belakang tubuhnya yang indah saat mengambil bola yang disimpannya. Pemandangan ini sontak mengingatkan penggemar tenis pada poster ‘Gadis Athena’ yang populer hampir empat dekade silam. Sharapova sendiri akhirnya menang 6-2 6-3 pada putaran pertama melawan Rodionova.
Sharapova mampu menampilkan kemampuan terbaiknya, setelah absen cukup lama akibat cedera bahu.
“Ini bukan comeback yang mudah, ini tidak seperti cerita Cinderella,” ujarnya, seperti dilansir Daily Mail. “Saya harus menjalani hari-hari yang berat dan kekalahan demi kekalahan saat itu. Tetapi Anda menyadari bahwa hal tersebut patut diperjuangkan.”
“Di saat saya harus absen, saya benar-benar ingin secepatnya bermain. Tetapi saya tak bisa melakukannya karena rasa sakitnya masih ada.”
“Kadang Anda harus punya tujuan untuk diri Anda sendiri tetapi ada orang-orang mengatakan Anda tak mungkin bisa melakukannya. Saat saya pertama kembali bermain, saya menderita kekalahan, saya tahu saya bisa melakukan yang lebih baik.”
“Saya kemudian berlatih keras, dan saya tahu saya punya kemampuan itu. Saya tak pernah kehilangan keyakinan tersebut,” pungkas si jelita.
INILAH.COM

Bantai Italia 4-0, Spanyol Jawara Euro 2012

Narayana 734Spanyol berhasil mengukuhkan diri sebagai penguasa Benua Eropa setelah mengalahkan Italia dengan skor telak 4-0, dalam pertandingan final Euro 2012, di Stadion Olimpic, Senin dinihari 2 July 2012.
Kedua tim silih berganti melancarkan serangan sejak peluit dibunyikan wasit Pedro Proenca. Namun Spanyol langsung memainkan pola permainan mereka dengan umpan satu-dua. Dalam tempo sepuluh menit, Spanyol memiliki tiga peluang lewat tendangan bebas Sergio Ramos dan Xavi Hernandez.
Spanyol akhirnya sukses membobol gawang Italia lewat David Silva di menit ke-14. Menerima umpan lambung Francesc Fabregas, Silva langsung menyambarnya lewat tandukan terarah. Buffon yang terlanjur mati langkah tak mampu berkutik.
Italia mencoba mengejar ketertinggalan lewat dua tendangan Antonio Cassano. Namun Iker Casillas masih terlalu tangguh untuk ditaklukkan. Tendangan bebas Andrea Pirlo juga belum tepat sasaran.
Asyik menyerang, Italia justru kecolongan lagi di menit ke-41. Lewat serangan balik, Jordi Alba sukses menuntaskan umpan terobosan Xavi dengan tendangan kaki kirinya.
Pada babak kedua, Cesare Prandelli membuat perubahan dengan memasukkan Antonio Di Natale dan Thiago Motta. Namun Italia harus menerima kerugian setelah Motta mengalami cedera. Italian pun hanya bermain dengan sepuluh pemain karena sudah melakukan tiga pergantian.
Unggul jumlah pemain membuat Spanyol semakin leluasa mendominasi penguasaan bola. Mereka akhirnya mampu memperbesar keunggulan di menit ke-84. Masuk sebagai pemain pengganti, Fernando Torres berhasil menaklukkan Gianluigi Buffon lewat sepakan pelan dan terarah.
Xavi lagi-lagi menjadi kreator atas terciptanya gol La Furia Roja. Ia telah mencetak dua assist sepanjang Euro 2012, dan semuanya tercipta di final. Sementara Torres sudah mencetak gol di dua final Euro.
Spanyol kembali menambah pundi-pundi golnya, dan lagi-lagi diciptakan oleh pemain pengganti. Juan Mata hanya membutuhkan waktu kurang dari semenit di lapangan untuk mencetak gol. Menerima sodoran dari Torres, Mata tanpa kesulitan menceploskan bola ke dalam gawang Buffon.
Spanyol pun menutup laga dengan keunggulan telak 4-0. Mereka menciptakan rekor sebagai tim pertama yang mampu mempertahankan gelar Euro, dan meraih tiga gelar internasional secara berturut-turut.
Susunan pemain:
Spanyol:
Casillas; Arbeloa, Pique, Ramos, Alba; Busquest, Alonso, Xavi; Silva (Pedro 59”), Iniesta (Mata 87”), Fabregas (Torres 75”)
Italia:
Buffon; Abate, Barzagli, Bonucci, Chiellini (Balzaretti 21”); Pirlo, De Rossi, Marchisio, Montolivo (Motta 56”); Cassano (Di Natale 45”), Balotelli
TEMPO.CO

Bocah Tiga Tahun Dirawat Anjing Peliharaan

Narayana 734Seorang anak perempuan berusia tiga tahun di Rusia dirawat anjing peliharaannya karena sang ibu menelantarkan anak tersebut. Ketika ditemukan para pekerja sosial, anak itu dalam keadaan tanpa baju sambil merangkak dan menggigit tulang bersama anjing-anjing peliharaan ibunya.
Menurut Daily Mail, Rabu (25/2), media massa di Rusia melaporkan bahwa anak yang diberi nama Madina ini hanya tahu dua kata: ‘ya’ dan ‘tidak’. Ia juga menggeram seperti anjing ketika ada orang mendekatinya.

Madina yang tinggal di Ufa, Rusia, kabarnya dikucilkan anak-anak di lingkungannya. Menurut keterangan polisi, ibu Madina yang berusia 23 tahun sering menelantarkan Madina. Ibu Madina sering menghilang dan tak bisa merawat anaknya karena sering mabuk.

“Anak itu seperti bidadari, tetapi ia tidak mendapat cinta dan kasih sayang kecuali dari anjing-anjing itu,” ujar salah seorang pekerja sosial Rusia.

“Ketika ibunya marah, ia biasanya meninggalkan rumah. Namun, tidak ada anak-anak yang mau bermain dengannya di tempat bermain,” tulis sebuah harian di Rusia.

“Ia tidak mengetahui satu kata pun dan berkelahi dengan semua anak. Jadi, anjing-anjing menjadi teman baiknya. Ia bermain dengan anjing-anjing tersebut dan tidur dengan anjing-anjing itu ketika cuaca dingin di musim dingin,” lanjut harian di Rusia tersebut.

Menurut keterangan tetangga Madina, ayah Madina pergi setelah Madina lahir. Akibatnya, ibu Madina sering mabuk-mabukan. Ibu Madina kerap mengundang teman-temannya untuk mabuk di rumahnya, sementara Madina ditelantarkan.

Ketika polisi datang mengambil anaknya untuk dirawat, ibu Madina dikabarkan mengatakan, “Saya sudah merawat anak saya.”

Pihak medis setempat mengatakan bahwa kondisi Madina secara fisik dan mental sehat, meski ada kendala saat berkomunikasi.

TEMPOINTERAKTIF

Mereka Yang Pernah Berurusan Dengan KPI (Foto)

Narayana 734Artis dan sensasi? Sudah biasa. Hal itu menjadi tidak biasa jika kemudian sensasi itu berlebihan hingga mengusik Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Berikut ini beberapa di antara mereka yang pernah berurusan dengan KPI:
Beberapa kalangan masyarakat sempat ajukan protes atas tayangan langsung pernikahan Anang dan Ashanty. Hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari KPI perihal laporan tersebut.
Program "Wayang Bandel" pernah mendapat somasi dari perwakilan umat Hindu di Indonesia dan internasional karena simbol-simbol agama Hindu digunakan sebagai bahan guyonan oleh Ayu Dewi, Jessica Iskandar, Yadi Sembako, dan Olga Syahputra.
TVOne pernah ditegur KPI karena dituduh melakukan rekayasa dalam sebuah acara amal yang melibatkan Fifie Buntaran.
Pihak Trans TV pernah mengevaluasi program "Ala Chef" karena ditegur KPI. sang pembawa acara, Farah Quinn, dianggap memakai pakaian yang terlalu terbuka sehingga memperlihatkan payudaranya.
Presenter (saat itu) "Empat Mata" Tukul Arwana pernah ditegur KPI karena kerap mengeluarkan kata-kata yang berbau seks. Sejak itu, Tukul pun mulai berhati-hati.
Akibat mencolek Bella Saphira secara tidak sengaja saat acara berlangsung, acara "Empat Mata" ditegur KPI. Tak hanya itu, pernah pula Kangen Band latah mengucapkan nama alat kelamin ketika menjatuhkan sesuatu. Setelah berkali-kali mendapat teguran, "Empat Mata" sempat berhenti tayang, kemudian diganti namanya menjadi "Bukan Empat Mata".
Pada Juni 2010, "Bukan Empat Mata" mendapat teguran KPI karena Atika mengucapkan basmalah ketika akan meminum wine. Acara ini juga mendapat sorotan akibat menghina seorang kakek tua petugas sensus penduduk 2010 yang berasal dari Sukabumi.
Kritik dan saran dari juri merupakan hal yang biasa ditemui dalam acara-acara adu bakat. Namun ada beberapa pihak yang tidak terima dengan kritik yang dilayangkan para juri Indonesian Idol 2012. Ahmad Dhani, Agnes Monica, dan Anang Hermansyah dinilai Aliansi Masyarakat Peduli Acara Televisi Indonesia (AMPATI) telah merendahkan martabat berdasarkan identitas gender dan penampilan.
Tayangan "Kakek-Kakek Narsis (KKN)" sempat menuai teguran darri masyarakat melalui KPI. Program televisi yang tayang malam hari ini dianggap vulgar. Nikita Mirzani pun pernaah melakukan gerakan goyang dada pada salah satu episodenya.
Nama Olga Syahputra telah berulang kali dilaporkan ke KPI akibat leluconnya yang tidak pada tempatnya.