Hebat! Jebolan SD Bisa Bikin Mobil 'Lamborghini'

Narayana 734 - Pendidikan ternyata tak menyurutkan seseorang untuk berkreatifitas dan melakukan sesuatu yang mungkin hanya bisa dilakukan oleh yang berpendidikan tinggi atau ahli. Begitu juga halnya dengan pria bernama Chen Jinmio asal China. Meski hanya mengenyam pendidikan hingga sekolah dasar, tetapi pengemudi lori ini mampu merakit sebuah mobil mewah Lamborghini. 

Chen mungkin sadar, kalau harus membeli Lamborghini pasti tidak akan mampu. Tetapi dia punya keyakinan bisa memiliki mobil impian tersebut. Dia kemudian membuat sendiri mobil super Lamborghini di sela-sela waktu senggangnya. Dana yang dihabiskannya tidak lebih dari 2,000 Poundsterling saja.

Chen membutuhkan waktu hampir satu tahun untuk merakit replika mobil sport kenamaan tersebut. Demikian lansir Red Net seperti dikutip dari Orange.co.uk, beberapa waktu lalu. 

Mungkin kita semua bertanya-tanya bagaimana caranya pria berusia 25 tahun itu merakit mobil super tersebut. “Saya menggunduh ‘blueprint’ dari internet dan kemudian membeli material yang dibutuhkan dari pasar setempat,” ujarnya.

Chen Jinmio dan 'Lamborghini' hasil karyanya.

“Mobil rakitanku ini benar-benar bekerja sempurna dan bahkan memiliki wing doors ala Lamborghini sungguhan. Bedanya terletak di kecepatan mobil. Bila mobil Lamborghini orisinal dapat menempuh hingga kecepatan mencapai lebih dari 200 mil/jam, mobil rakitan ini cuma mampu mencapai seperempatnya saja,” jelasnya.

Mulanya Chen tak mendapat dukungan dari keluarga dan sahabat-sahabatnya. Mereka bahkan mencegah pria yang tinggal di Binzhou, Propinsi Hunan ini, untuk merakit mobil impiannya. Mereka beranggapan hanya membuang waktu dan uang saja. “Tapi mereka tak dapat menghalangi saya, soalnya saya merakit semua itu dengan uang tabungan saya,” imbuhnya.

Kini ia menanti keputusan otoritas Lalu Lintas apakah ia diperbolehkan untuk mengendarai mobil tersebut di jalan umum. “Tidak apa-apa bila mereka tak memberikan ijin. Saya masih dapat mengkoleksi mobil itu di rumah,” tutupnya.(Sumber:Lintascafe)

Ini Dia 'Tempat Tidur' Facebook'

Narayana 734Kekuatan Facebook yang kian hari kian kuat membuat membuat orang berkreasi dengan banyak hal. Kali ini, tempat tidur berdesain Facebook muncul. Ingin tahu?

Seperti dikutip SlashGear, perancang Tomislav Zvonaric membuat sebuah konsep ranjang beserta workstation (meja kerja) yang akan memanjakan dan memuaskan para maniak jejaring sosial terbesar dunia itu.

Ranjang Facebook bernama 'FBed' ini berbentuk huruf F dari logo Facebook dengan posisi tertidur. FBed ini terdiri dari ranjang dan sebuah meja kerja di bagian depannya.

Di bagian meja kerja FBed, pengguna bisa menaruh dudukan dan layar monitor CP. "FBed merupakan rancangan tempat tidur multipraktis konseptual yang membuat pengguna bisa terus update dengan Facebook, bahkan saat sedang tidur sekalipun, dan saat sudah letih, pengguna bisa langsung tidur," ujar Zvonaric.

Di sisi lain, masih belum jelas kapan FBed akan diproduksi dan dijual secara massal. (www.inilah.com)

Es Krim Unik Berbentuk Pistol

Narayana 734Sepintas terlihat seperti mereka meletakkan senjata nyata dalam mulut mereka, tetapi dalam kehidupan nyata mereka makan es krim berbentuk senjata.

Mereka semua memiliki berbagai jenis rasa-cola, cherry, licorice dan kismis hitam. Mereka adalah tambahan pada 50 senjata es pertama berwarna yang Florian Jenett dan Valentin Beinroth dibuat dan ditempatkan di pusat kota Frankfurt beberapa tahun yang lalu.

Makanan ini dimakan di mana dipamerkan di pameran seni yang disebut "Freeze Revisited", dan keberadaan mereka pasti terkejut banyak orang.

Bayi di Israel Kunyah Ular Hidup-Hidup

Narayana 734Kisah ini jadi peringatan bagi orangtua agar mengawasi si kecil. Seorang bocah 13 bulan bernama Imad Aleeyan dipergoki sedang mengunyah kepala ular yang memiliki panjang 12 inchi atau 30,48 centimeter. Ini memang tampak sulit dipercaya karena dia baru punya gigi susu yang baru tumbuh enam buah. 
Ibunya yang melihat aksi mengerikan itu sontak berteriak, mengagetkan para tetangga. "Waktu itu saya sedang membuat susu, saat menoleh ke dia, saya melihat ada ular di mulutnya," kata Ghadir Aleeyan, yang tinggal di Perkampungan Arab di Kota Shefa'Amr, Israel, seperti dimuatTelegraph. "Saya lalu berteriak, tak percaya apa yang kulihat.

Para tetangga yang mendengar teriakan histeris langsung berlarian menghampiri. "Kami bergegas masuk ke rumah, dan menemukan bayi dengan ular di mulutnya, sedang dikunyah. Adegan yang menakutkan, mengerikan," kata tante si bocah, Yasmin Shahin.
Langsung Menangis
Orang-orang dewasa yang mengerubungi Imad Aleeyan dengan wajah ngeri berusaha mengeluarkan ular itu dari mulutnya. Mereka lalu membunuh binatang itu, yang saat dikeluarkan masih bernyawa.

"Saat kami menarik ular itu dari mulutnya, Imad langsung menangis," kata Yasmin, lalu menambahkan, kepala ular yang berada dalam mulut keponakannya nyaris hancur.

Setelah ular itu dikeluarkan, para orang dewasa langsung memeriksa si bocah, kalau-kalau ada bekas gigitan. Ternyata tak ada. Dokter Rumah Sakit Rambam di Halifa juga mengkonfirmasi, bahaya tak mengancam.

"Dokter mengatakan, ular itu berbisa, untungnya di musim dingin, racun yang mereka lepaskan berkurang." Binatang yang bisa tumbuh hingga sepanjang 1,3 meter itu juga tak aktif di musim dingin. (ren)
• VIVAnews

Seorang Mahasiswa Patahkan Pernyataan Seorang Profesor

Narayana 734Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini,  "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".

"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi. "Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan".

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau Agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?".

"Tentu saja," jawab si Profesor,

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"

"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada.

Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.

Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas."

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?" Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."

Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak.

Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak.

Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk meme-cahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"

Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya.

Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak.

Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan.

Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."

Profesor itu terdiam.

Nama mahasiswa itu adalah "Albert Einstein" .