Hasil Piala Dunia 2014 : Ekuador vs Perancis Skor 0-0

Narayana 734 - Ekuador yang membutuhkan kemenangan agar bisa lolos ke babak selanjutnya justru harus puas bermain imbang melawan Prancis. Bahkan Ekuador harus menyudahi pertandingan dengan sepuluh pemain setelah bintang mereka Antonio Valencia dikartu merah oleh wasit. Hasil ini membuat Perancis kokoh di puncak klasemen Grup E dan berhak lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2014 sedangakan Ekuador harus pulang dini.

Jalannya pertandingan

Meski sudah dipastikan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia, Perancis tetap serius menatap laga ini dengan menguasai jalannya pertandingan. Serangan demi serangan berhasil mereka lancarkan ke gawang Ekuador. Namun kokohnya tembok pertahanan Ekuador membuat usaha anak asuh Didier Deschamps ini tak jua membuahkan hasil.

Ekuador yang membutuhkan kemenangan tak tinggal diam. Ekuador balik mengancam melalui aksi Enner Valencia yang masih bisa diamankan oleh Hugo Lloris. Hingga turun minum skor masih tetap imbang 0-0.

Babak kedua baru berjalan 5 menit, petaka menimpa Ekuador. Pelanggaran keras yang dilakukan oleh Antonio Valencia terhadap Lucas Digne memaksa wasit mengusirnya dari lapangan. Keunggulan jumlah pemain membuat Perancis semakin leluasa dalam menekan pertahanan Ekuador.

Berbagai peluang berhasil didapatkan oleh Perancis di babak kedua ini, baik itu melalui Karim Benzema, Paul Pogba, atau Loic Remy. Akan tetapi lemahnya penyelesaian akhir membuat peluang-peluang ini tak satupun yang berhasil dikonversikan menjadi gol. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir, skor tetap imbang 0-0.

iberita

Hasil Piala Dunia 2014 : Jerman Vs Amerika Serikat Skor Akhir 1-0

Narayana 734 - Meski menderita kekalahan, tetapi Amerika Serikat tetap bahagia di akhir laga karena kedua tim baik Jerman maupun Amerika Serikat mendapat tiket ke babak 16 besar.
 
Grup G Piala Dunia 2014 menjadi salah satu grup menarik, dimana keempat tim yang bertarung memiliki pertaruhan dan peluang untuk lolos ke babak selannjutnya. Tetapi hasil Jerman vs Amerika Serikat tadi malam menentukan segalanya.

Jerman mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 1-0 dan berhak mendapat status sebagai juara Grup G. Sementara di posisi runner-up, ada Amerika Serikat yang mendapatkan 4 poin, atau sama dengan Portugal tetapi memiliki selisih gol yang lebih baik. Portugal dan Ghana pun harus pulang.

Bisa ditebak, permainan antara Jerman Vs Amerika Serikat memang adu taktik antara pelatih dengan mantan asisten. Amerika Serikat menerapkan strategi bertahan yang cukup baik, dan menyulitkan para pemain Jerman untuk leluasa mengembangkan permainan.

Peluang untuk Tim Panser baru hadir di menit 20, ketika Muller mencoba melepas tembakan dari jarak cukup jauh. Tetapi Tim Howard sang pentolan AS yang berada dibawah mistar gawang sanggup menyelematkan gawangnya dengan sempurna. Peluang Ozil di menit 35, juga masih gagal dimanfaatkan karena masih bisa ditahan Howard serta barisan pertahanannya.

Babak pertama ditutup dengan skor 0-0.

Di babak kedua, akhirnya Jerman bisa menyarangkan gol ke gawang Amerika Serikat melalui top skor sementara mereka, Thomas Muller. Per Mertesacker menyundul bola yang mampu diblok oleh Howard, tetapi bola muntah berhasil dimanfaatkan oleh Muler dengan sepakan keras yagn mengarah ke pojok gawang.

Amerika Serikat mencoba balik memberi tekanan, tetapi tak cukup berarti untuk mengubah kedudukan karena hingga pertandingan berakhir skor 1-0 untuk Jerman tetap bertahan. Unggul selisih gol, Amerika berhak lolos ke babak 16 besar menyingkirkan Portugal dengan poin yang sama.

Sengit, Argentina Juara Grup F setelah Taklukkan Nigeria

Kiper Nigeria Vincent Enyeama memblok tendangan Higuain.
Narayana 734 - Dua gol tambahan tercipta pada awal babak kedua laga pamungkas Grup F antara Nigeria vs Argentina di Estadio Beira-Rio, Porto Alegre, Rabu (25/6/2014). Setelah bermain sengit sepanjang laga, Argentina akhirnya menang 3-2 dan menkadi juara grup.

Argentina menggetarkan gawang Nigeria saat laga belum genap berusia tiga menit. Berawal dari tembakan keras Angel Di Maria yang ditepis Vincent Enyeama dan kemudian mengenai tiang gawang, Lionel Messi dengan cepat menyambar bola rebound. Sepakan kaki kiri Messi membawa timnya memimpin.

Tapi, Nigeria memberikan respons sempurna seusai kebobolan. Mereka langsung menyamakan kedudukan pada menit keempat. Ahmed Musa yang menerima umpan dari Michel Babatunde melepaskan tembakan ke tiang jauh tanpa bisa dijangkau kiper Sergio Romero.

Di Maria berpeluang membawa Argentina unggul lagi pada menit kesembilan. Sial buat dia, tembakan jarak jauhnya bisa dimentahkan oleh Enyeama.

Beberapa saat kemudian, Gonzalo Higuain menyia-nyiakan kesempatan yang diperolehnya. Penyerang Napoli itu gagal memaksimalkan umpan terobosan dari Messi karena penyelesaiannya melebar.

Lewat percobaan Peter Odemwingie, Nigeria mengancam gawang Argentina pada menit ke-27. Akan tetapi, sepakan Odemwingie dari luar kotak penalti masih sedikit melambung.

Tembakan jarak jauh kembali menjadi andalan Di Maria untuk meneror pertahanan Nigeria. Dia melakukannya pada menit ke-30, namun Enyeama bisa menepis bola.

Messi nyaris mencetak gol saat pertandingan memasuki menit ke-44. Tendangan bebasnya mengarah ke pojok gawang Nigeria, tapi Enyeama secara luar biasa bisa menepisnya.

Akan tetapi, Enyeama tak bisa mengulangi aksinya ketika Messi mengeksekusi tendangan bebas lainnya di injury time babak pertama. Dia cuma terpana melihat gawangnya bobol oleh tembakan pemain terbaik dunia empat kali itu. Argentina pun unggul 2-1 saat turun minum.

Nigeria menyamakan kedudukan menjadi 2-2 saat babak kedua baru berusia dua menit. Musa yang bekerja sama dengan Emmanuel Emenike dengan tenang menaklukkan Romero. Tembakan kaki kanannya dari dalam kotak penalti merobek gawang Argentina.

Di Maria punya kesempatan untuk bikin gol beberapa saat kemudian. Dia kembali melepaskan tembakan jarak jauh, namun Enyeama sekali lagi bisa menggagalkannya. Argentina unggul lagi pada menit ke-50. Sontekan Marcos Rojo meneruskan sebuah tendangan sudut mengubah skor menjadi 3-2 untuk keunggulan Argentina.

Meskipun kalah, Nigeria tetap melaju ke babak 16 besar sebagai runner up Grup F, setelah di laga lainnya Bosnia mengalahkan Iran. (Solopos)

Hasil Piala Dunia 2014 : Kosta Rika Vs Inggris Skor 0-0

Narayana 734 - Kosta Rika berhasil menjadi juara Grup D meski hanya bermain imbang melawan Inggris. Hasil ini membuat Kosta Rika total mengumpulkan 7 angka dan berhak melaju ke babak selanjutnya, sementara Inggris harus rela menjadi juru kunci tanpa sekalipun meorehkan kemenangan dari 3 laga yang telah dijalani.

Jalannya pertandingan

Tak seperti laga hidup mati antara Italia vs Uruguay, laga antara Kosta Rika vs Inggris tak lagi menentukan. Kosta Rika sudah dipastikan lolos ke babak 16 besar sementara Inggris sudah pasti tersingkir. Meskipun demikian pertandingan ini tetap berjalan menarik.

Kosta Rika terlebih dahulu mengancam gawang Inggris melalui sepakan Celso Borges yang masih digagalkan oleh mistar gawang. Inggris bukan tanpa peluang, beberapa peluang berhasil mereka ciptakan. Salah satunya adalah lewat 2 peluang yang didapatkan oleh Daniel Sturridge yang masih belum bisa dikonversikan menjadi gol. Setelahnya tak banyak peluang yang ercipta dan memaksa babak pertama berakhir dengan skor imbang.

Memasuki babak kedua, Inggris yang ingin mengakhiri laga terakhirnya di Piala Dunia 2014 ini dengan kemenangan kembali menebar ancaman melalui Sturridge. Namun penampilan apik Keylor Navas di bawah mistar gawang Kosta Rika membuat peluang tersebut gagal dikonverskan menjadi gol.

Mandulnya lini depan Inggris membuat Roy Hodgson melakukan beberapa pergantian di babak kedua. Raheem Sterling, Steven Gerrard, dan Wayne Rooney dimasukkan untuk menambah daya gedor Inggris. Akan tetapi hingga babak kedua berakhir gol yang ditunggu-tunggu tak kunjung tiba. Inggris pun harus rela mengakhir laga terakhirnya di Grup D dengan hasil imbang 0-0.

Susunan Pemain :

Kosta Rika : Navas, Gamboa, Gonzalez, Miller, Duarte, Diaz, Tejeda, Borges (Rojas ’78), Ruiz, Campbell (Urena ’65), Brenes (Bolaños ’59)

Inggris : Foster, Jones, Cahill, Smalling, Shaw, Milner (Rooney ’76), Lampard, Wilshere (Gerrrad ’73), Barkley, Lallana (Sterling ’62), Sturridge

iberita

Italia vs Uruguay 0-1: Jalannya Pertandingan

Bek Uruguay, Diego Godin, menyundul masuk bola ke gawang Italia. Uruguay menang 1-0 dan lolos ke 16 besar Piala Dunia 2014.

Narayana 734 - Uruguay mengubur impian Italia untuk melaju ke 16 besar Piala Dunia 2014 setelah berhasil menang 1-0 pada pertandingan terakhir Grup D Piala Dunia 2014 di Estadio Das Dunas, Selasa (24/6/2014). Padahal Italia hanya butuh hasil imbang untuk lolos.

Poin penuh itu membuat Uruguay naik ke posisi kedua klasemen akhir dengan poin enam, kalah satu angka dari Kosta Rika di puncak. Sementara itu, Italia dan Inggris berada di peringkat ketiga dan keempat dengan poin 3 dan 1.

Uruguay dan Italia sebenarnya sudah langsung menyerang sejak menit-menit awal. Namun, rapatnya barisan pertahanan kedua tim membuat beberapa serangan mereka kerap mentok jika sudah memasuki kotak penalti.

Italia mendapatkan kesempatan pertama melalui aksi Andrea Pirlo pada menit ke-11. Sayang, bola tendangan gelandang Juventus itu masih dapat diantisipasi dengan baik oleh kiper Uruguay, Fernando Muslera.

Uruguay juga bukan tanpa ancaman berbahaya. Bahkan, pada menit ke-33, mereka hampir saja unggul lebih dulu jika kiper Italia, Gianluigi Buffon, tidak melakukan penyelamatan gemilang saat menahan dua kali tendangan Nicolas Lodeiro dan Luis Suarez.

Selepas turun minum, Uruguay kembali mendapatkan peluang emas pada menit ke-58. Namun, upaya mereka belum membuahkan hasil karena bola tendangan Rodriguez seusai melakukan kerja sama satu-dua dengan Suarez masih melebar di sisi kiri gawang Italia.

Satu menit berselang, Italia harus bertanding dengan 10 pemain setelah Claudio Marchisio mendapat kartu merah karena melanggar gelandang Uruguay, Egidio Arevalo Rios. Melalui tayangan ulang, Marchisio tampak dengan sengaja menendang tulang kering Arevalo Rios.

Pada menit ke-66, giliran Edinson Cavani yang memperoleh kesempatan. Akan tetapi, lagi-lagi peluang mereka mampu dimentahkan Buffon yang tampil sangat baik saat menepis bola tendangan Cavani.

Unggul jumlah pemain, Uruguay terus menekan pertahanan Italia. Akan tetapi, rapatnya barisan belakang Italia membuat para pemain Uruguay tampak kesulitan mengembangkan permainan.

Pada menit ke-79, ada kejadian menarik di kotak penalti Italia. Dalam tayangan ulang,Suarez terlihat tampak menggigit bahu bek Italia, Giorgio Chiellini. Bek Juventus itu pun sempat tampak kesakitan karena aksi Suarez itu.

Namun, wasit tidak melihat hal tersebut. Chiellini sampai membuka seragamnya untuk menunjukkan bekas gigitan Suarez.

Pasca-insiden itu, pendukung Uruguay akhirnya bersorak setelah Diego Godin mencatatkan namanya di papan skor untuk membuat timnya unggul pada menit ke-82. Gol tersebut dilesakkan seusai memaksimalkan umpan tendangan pojok Ramirez.

Dalam kondisi tertinggal, Italia mencoba membalas. Akan tetapi, kalah jumlah pemain membuat skuad asuhan Cesare Prandelli itu kesulitan. Skor 1-0 untuk Uruguay pun akhirnya tetap bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Menurut catatan FIFA, sepanjang pertandingan, Italia menguasai bola sebanyak 54 persen dan melepaskan lima tembakan akurat dari sembilan usaha. Adapun Uruguay menciptakan sembilan peluang emas dari 13 percobaan.

Susunan pemain:
Italia: 1-Gianluigi Buffon, 3-Giorgio Chiellini, 15-Andrea Barzagli, 19-Leonardo Bonucci, 2-Mattia De Sciglio, 4-Matteo Darmian, 8-Claudio Marchisio, 21-Andrea Pirlo, 23-Marco Verratti (5-Thiago Motta 75), 9-Mario Balotelli (18-Marco Parolo 45), 17-Ciro Immobile (10-Antonio Cassano 71)
Pelatih: Cesare Prandelli

Uruguay: 1-Fernando Muslera, 3-Diego Godín, 6-Alvaro Pereira (11-Christian Stuani 63), 13-Jose Gimenez, 22-Martin Caceres, 7-Cristian Rodriguez (18-Gaston Ramirez 78), 14-Nicolas Lodeiro (16-Maxi Pereira 45), 17-Egidio Arevalo Rios, 20-Álvaro Gonzalez, 9-Luis Suarez, 21-Edinson Cavani
Pelatih: Oscar Tabarez

Wasit: Marco Rodriguez (Meksiko)

Tribunnews