Ibu Perkosa Bayi Perempuannya

Narayana 734Sungguh tega ibu muda asal Amerika ini. Ia memperkosa bayi perempuannya yang baru berusia lima bulan, bersama seorang pria.
Hakim di Pengadilan Missouri menjatuhkan hukuman dua kali seumur hidup kepada Tessa Vanvlerah (22), karena menyiksa putrinya secara seksual bersama seorang pria yang baru ia kenal secara online.
Namun pengacara Vanvlerah menyatakan, kliennya mengalami gangguan psikologis saat melakukan tindakan itu. Ia meminta kliennya hanya dihukum masa percobaan saja dan bukan dikurung di penjara.
Januari lalu, Vanvlerah mengaku bersalah atas tindak kriminal inses, sodomi dan pemerkosaan terhadap putrinya yang kini berusia tiga tahun. Serangan seksual pertama yang dilakukan pasangan ini terjadi saat gadis kecil malang itu berusia lima bulan.
Ibu angkat si bayi yang melaporkan kejadian ini, karena si anak perempuan yang saat itu masih bayi selalu menangis saat mandi atau diganti popoknya. Hingga kini, si anak perempuan masih trauma dan selalu ingin dipastikan tak ada orang lain di rumah saat malam hari.
“Tapi seiring berjalannya waktu, kondisinya membaik. Ia bukan lagi mainan Tessa. Bahkan, ia bukan lagi anak Tessa,” ujar si ibu angkat yang tak disebut namanya. Si ibu angkat dilaporkan telah mengadopsi anak perempuan ini.
INILAH.COM

Lucunya, Burung Hantu Ini Bisa Tertawa Lebar

Burung hantu sedang tertawa
Narayana 734Tampaknya, burung hantu ini sedang berbahagia. Bertengger nyaman di sebuah cabang pohon di Olympic National Park, Washington, AS, burung hantu ini terlihat menutup mata dan tertawa lebar-lebar.
Adalah fotografer Tin Man Lee yang berhasil merekam momen unik ini. Ketika itu dia menyambangi sekumpulan burung yang berkumpul saat mereka bersarang di wilayah itu awal Februari. ''Ketika itu awal musim semi, ada beberapa burung hantu salju yang terbang ke wilayah Washington untuk mencari makan,'' ujar Lee.
Namun, untuk mendapatkan gambar cantik itu, Lee harus bekerja keras. ''Sangat menantang,'' ujarnya.
Maklum saja, dia harus mendaki sejauh lima mil di tanah berpasir atau berilalang tinggi di tengah deru angin Laut Pasifik. ''Saya terus membawa berjalan bahkan sempat jatuh ketika mendekati burung hantu itu. Saya pikir burung itu sedang menguap, tapi memang kelihatan seperti sedang senyum. Menyulitkan memang prosesnya, tapi sebanding dengan hasilnya,'' kata Lee.
Manisnya...
REPUBLIKA.CO.ID

Spesial Efek dalam Film (Foto)

Tertawa Bisa Mengalahkan Kanker

Narayana 734Sebagai ‘hadiah’ yang sudah kita bawa sejak lahir, tertawa juga sudah mulai banyak digunakan sebagai media terapi di beberapa pusat kesehatan di berbagai negara. Dikutip dari Cancer Center.com, Cancer Treatment Centers of America sudah mulai melirik tertawa sebagai salah satu terapi yang dapat digunakan untuk mengalahkan penyakit kanker.

Dalam beberapa tahun belakangan, terapi tertawa atau terapi humor sudah dianggap sebagai bagian terintegrasi dari pengobatan berbagai penyakit, selain obat-obatan. Di awal abad ke-20, salah satu kasus yang sukses mengalahkan kanker lewat terapi tertawa terjadi pada pasien bernama Norman Cousins.

Bertahun-tahun menderita sakit, Cousins menyebut keputusannya untuk banyak tertawa diiringi dengan tetap meminum vitamin, membuatnya sembuh. Cousins juga menyampaikan perjalanan penyembuhan yang ia lakukan dengan tertawa, lewat buku yang ia susun di tahun 1979, “Anatomy of Illness”.

Pertama kali diperkenalkan oleh Dokter Katherine Puckett, terapi untuk para penderita kanker dilakukan beriringan dengan pemberian obat-obatan. Kesempatan untuk terapi dengan tertawa, tidak hanya untuk membantu membuat suasana hati lebih menyenangkan, tetapi juga termasuk dalam bagian olahraga fisik. 
REPUBLIKA.CO.ID

Ke Tomohon, Mau Makan Tikus atau Kelelawar?

Paniki (kelelawar) dimasak bumbu woku
Narayana 734Jalan-jalan ke Sulawesi Utara, tidak lengkap rasanya kalau belum mengunjungi Tomohon. Sekilas, daerah Tomohon mirip dengan Puncak-Bogor. Jalannya yang menanjak, berkelok-kelok,dan juga udaranya yang sejuk.
Dikenal sebagai Kota Bunga, di sepanjang jalan Tomohon baik sisi kanan mau pun kiri terdapat rumah Makan atau tempat persinggahan. Hanya saja, pemandangannya didominasi oleh pohon kelapa-pohon kelapa.
Saya pun tidak melewatkan kesempatan untuk singgah dan menyantap makan an di daerah ini. Sampai di KM 16, saya berhenti di Rumah Makan Tinoor Jaya, yang cukup terkenal. Karena mayoritas penduduknya menganut agama Kristen, tak heran jika banyak makanan yang tidak 'halal'.
Begitu memasuki rumah makan , saya langsung disambut oleh pemiliknya sendiri, Anna Karinda. Kemudian, hidangan-hidangan khas Tomohon disajikan di meja saya. Ada paniki (kelelawar) yang dimasak woku, babi hutan, tikus goreng, RW (anjing) dan tidak lupa nasi bungkus (di Jawa kita kenal dengan lontong).
Wow, ada tikus juga. Bagi sebagian orang, pasti tidak pernah membayangkan untuk menyantap tikus. Tetapi tidak bagi masyarakat Tomohon. Daging tikus adalah salah satu santapan lezat yang disukai masyarakat.
Jangan khawatir, tikus yang dimasak juga bukan tikus yang sering berkeliaran di dalam rumah. Namun, jenis tikus sawah atau tikus hutan yang bentuknya lebih besar. Kata orang, rasa daging tikus tidak kalah enak dengan daging babi.
Makanan-makanan ini semuanya menarik untuk dicoba. Tetapi saya memilih untuk memakan sup brenebon saja, karena belum terlalu lapar. Sup yang berisi kacang merah ini memang sangat cocok dimakan selagi hangat di tengah dinginnya udara Tomohon.
Kecuali tikus, harga per porsinya rata-rata Rp 35.000. Sedangkan, tikus goreng sedikit mahal, seharga Rp 60.000 per porsi, mungkin karena agak susah mendapatkannya.
Nah, buat yang mempunyai lidah adventurer, berwisata kuliner ke Tomohon menarik untuk dicoba....

Kompas.com