Wow, Indonesia Jadi Tujuan Wisata Favorit Warga Inggris!

Salah satu tujuan wisata di Pulau Bali
Narayana 734Kekayaan alam dan budaya menempatkan Indonesia sebagai negara favorit bagi wisatawan Inggris. Survei menunjukkan Indonesia menempati posisi keenam dari 20 tujuan wisata favorit masyarakat Inggris.
Adapun 10 negara favorit wisatawan Inggris yakni Brasil, Rusia, India, Cina, Kolombia, Indonesia, Vietnam, Mesir, Turki, dan Afrika Selatan. Negara-negara itu pun diprediksi akan menjadi tren tujuan wisata tahun 2012.
Situs online pencarian perjalanan Skyscanner menuliskan Indonesia mengalami peningkatan 85 persen atas pencarian pada situs-situs lokal dan 71 persen dalam pencarian situs global. Hal tersebut membuktikan bahwa website dan sosial media berperan penting dalam mempromosikan tempat wisata di sebuah negara.
Prestasi yang berhasil diraih Indonesia tak luput dari peran operator tur Eropa yang kerap menawarkan wisata ke tempat tropis, khususnya Bali, Lombok, Komodo, Maluku dan Raja Ampat. Biasanya wisatawan Inggris dan Eropa lebih memilih wisata pantai sebagai destinasi liburan mereka.
Sebagai situs pencarian perjalanan, Skyscanner sangat membantu karena orang dari berbagai belahan dunia bisa mencari tahu informasi seputar tempat wisata yang hendak dikunjungi seperti biaya penerbangan, pemesanan hotel, penyewaan mobil, tarif hotel, dan lainnya. Skyscanner juga dilengkapi dalam 27 bahasa.
REPUBLIKA.CO.ID

Inilah Pengumpan Terakurat di Eropa

Narayana 734Mau tahu siapa gelandang pengumpan terakurat di Eropa Jika tebakannya gelandang elegan Barcelona Xavi Hernandez, Anda patut mengoreksi. Pemain dengan rata-rata umpan tersukses paling tinggi dimiliki gelandang Swansea City Leon Britton.
Pemain berjuluk The Little, dari posturnya yang bertinggi 165 sentimeter, merupakan pemain paling akurat dalam memberikan umpan di Eropa. Itulah data statistik yang dihimpun Opta, spesialis pengolah data statistik olahraga, dari lima liga utama di Benua Biru.
Opta menempatkan Britton di urutan pertama dengan tingkat keakuratan umpan sebesar 93,3 persen dan mengungguli angka rata-rata milik Xavi, jenderal lapangan tengah Barcelona dan Timnas Spanyol. Tingginya angka rata-rata itu juga dipegang trio gelandang Swansea: Britton, Joe Allen, dan Kemy Agustien. Mereka tak kalah dengan trio Barca: Xavi, Andres Iniesta, dan Sergio Busquets.
Britton, 29 tahun, merupakan dua pemain Swansea yang  berada di 10 tingkat elite gelandang di Eropa untuk urusan keakuratan umpan. Satu lainnya yakni Allen yang baru berusia 21 tahun. Gelandang alumnus akademi sepakbola Arsenal ini juga tercatat menjadi satu dari sedikit pemain yang mampu mencatatkan 100 persen passing akurat dalam sebuah pertandingan, ketika Swansea melibas Bolton Wanderers 3-0, Oktober lalu.
Sebuah catatan mengesankan. Pasalnya hanya sembilan pemain yang mampu mencatat prestasi umpan tanpa cela di sebuah pertandingan dalam enam tahun terakhir. Namun delapan pemain lain itu, selain Britton, semuanya berposisi pemain bertahan yang biasanya memberikan bola ke sesama rekan di barisan belakang.
Itulah mengapa tak heran The Swans, julukan Swansea, mampu mengalahkan Arsenal 3-2 akhir pekan lalu. Filosofi menyerang yang diracik manajer Brendan Rodgers juga tak bisa dikesampingkan. Manajer yang pernah diminta bantuannya oleh Jose Mourinho menangani tim reserve Chelsea itu mampu membawa Swansea saat ini menempati posisi ke-10 di musim debut Liga Premier.(DIM/The Sun)
Liputan6.com

Sosis Berpotensi Sebabkan Kanker?

Narayana 734Anda penggemar sosis, burger, dan daging olahan lainnya? Tampaknya Anda perlu memperhatikan hasil penelitian yang dilakukan para ilmuwan dari Swedia.
Para ilmuwan dari Swedia, menemukan bahwa makan daging olahan sebanyak 50 gram dalam sehari, bisa meningkatkan risiko kanker sebesar 19 persen. Daging olahan sebanyak itu, setara dalam satu buah sosis, hot dog, atau separuh burger. Kanker sendiri, sering disebut dengan istilah ‘silent killer’, karena tak ada gejala yang nampak pada awalnya.
Penelitian yang telah diterbitkan dalam British Journal of Canceritu menganalisis hasil dari 11 penelitian lain yang melibatkan 6.000 pasien dengan kanker pankreas.
Menurut Profesor Susanna Larsson, dari Karolinska Institutet di Stockholm, Kanker pankreas memiliki tingkat kelangsungan hidup yang rendah. "Jadi, penting untuk memahami apa yang dapat meningkatkan risiko penyakit ini,” ujarnya. Salah satunya adalah rokok dan daging olahan.
Selain meningkatkan resiko kanker pankreas, daging olahan seperti sosis juga bisa meningkatkan resiko kanker usus. Namun risiko yang ditimbulkan oleh makan daging secara substansial lebih rendah daripada merokok, yang ditemukan untuk meningkatkan kemungkinan kanker pankreas sebanyak 74 persen.
REPUBLIKA.CO.ID

Perlukah Membuang Air Rebusan Mi Instan?

Membuang air rebusan mie pertama tidak menghilangkan bahan kimia berbahaya dalam mie, namun hanya mengurangi saja.
Narayana 734Mi instan. Makanan ini paling disukai karena mudah ditemukan, praktis dan juga rasanya yang enak. Daya simpannya yang lama juga membuat mi instan kerap menjadi pilihan untuk mereka yang tinggal sendiri, namun tak punya waktu untuk memasak.
Meski begitu, terlalu banyak mengonsumsi mi instan disinyalir akan menimbulkan banyak efek negatif bagi tubuh karena kandungan bahan pengawet atau penyedap rasanya. Selain kandungan karbohidrat, mi instan tak cukup memiliki kandungan vitamin, mineral, atau serat, yang bermanfaat bagi tubuh. Sehingga, pada dasarnya mi instan tidak cukup memiliki nutrisi bagi keseimbangan gizi tubuh manusia.
"Namun yang paling berbahaya adalah adanya kandungan bahan pengawet, MSG (monosodium glutamat), dan bahan pewarna makanan yang ada di dalam mi instan," ungkap dr Patricia Wijaya, dokter ahli kecantikan dari Beauty Inc. kepada Kompas Female, usai peluncuran produk mi instan baru di Swiss Bel Hotel, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu.
Kandungan bahan berbahaya dalam mi instan ini didapatkan dari proses pengolahan sampai proses pengawetan yang dilakukan dengan cara menggoreng mi sampai kering. Proses penggorengan biasanya menggunakan minyak goreng, yang membuat air rebusan menjadi keruh dan sedikit berminyak ketika direbus.
"Banyak orang yang mengatakan bahwa air rebusan pertama ini harus dibuang agar pengawetnya hilang. Namun sebenarnya zat pengawet ini tidak akan hilang," tukas dr Patricia.
Air rebusan mi instan yang pertama akan mengeluarkan minyak dan zat kimia lainnya yang mungkin saja digunakan untuk membuatnya. Namun, bahan pengawet dan kandungan lain yang berbahaya bagi kesehatan ketika diolah lebih lanjut ini tidak akan hilang 100 persen. Ia hanya akan berkurang sedikit ketika air rebusan pertama dibuang.
Kandungan minyak, bahan pengawet, MSG, dan zat pewarna masih akan tetap menempel pada mi instan meski kadarnya sudah berkurang beberapa persen. Perlu diketahui, penggunaan bahan pengawet tak selamanya membahayakan, karena produsen mi instan tentunya harus mengikuti standar aman yang ditetapkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Namun kandungan bahan kimia ini masih berpotensi untuk menyebabkan berbagai gangguan kesehatan bila dikonsumsi secara rutin.
"Efek yang dirasakan memang adalah efek jangka panjang, misalnya gangguan pencernaan, konstipasi, sampai kanker pencernaan, dan lainnya," tukasnya. (TRIBUNNEWS.COM)

Pemain Muda Indonesia Diincar Klub Serie B Italia

Alfian Tuasalamony (kiri) saat masih memperkuat tim SAD Indonesia di Uruguay
Narayana 734Geliat pemain muda Indonesia kian dilirik klub-klub Internasional. Penampilan Andik Vermansyah di SEA Games kemarin, bahkan membuat klub Liga Zon Sagres, Benfica dan Serie-A, Novarra, dikabarkan memantau pemain bertubuh mungil tersebut.
Alfian Tuasalamony, pesepakbola 19 tahun berdarah asli Maluku ini, salah satu yang beruntung dapat mengecap kompetisi Eropa terlebih dahulu. Ia kini bermain bagi RSC Vise, tim divisi dua Belgia yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Grup Bakrie.
Teranyar, lewat akun twitter resmi Vise, Alfian dikabarkan tengah diminati oleh klub Serie-B yakni Vicenza. Bahkan perwakilan Vicenza akan menyambangi Belgia untuk menyaksikan performa Alfian secara langsung kala menghadapi Antwerp beberapa waktu mendatang.
Di Vise, Alfian tidak sendirian. Pasalnya klub tersebut memiliki empat pemain berkebangsaan Indonesia sekaligus. Selain Alfian, Yericho Christiantoko, Syamsir Alam dan Yandi Sofyan Munawar, pun bermain di sana. Keempat pemain ini merupakan bagian dari proyek tim Sosiedad Anonima Deportiva (SAD) Indonesia yang berlatih di Uruguay. (TRIBUNNEWS.COM)