Narayana 734 - Bisnis prostitusi tampaknya tidak akan hilang selama manusia masih berada di muka bumi. Meski banyak negara yang mengharamkan kegiatan prostitusi, tetapi bisnis esek-esek ini tetap saja ada dan sulit diberantas. Lalu, seperti apakah prostitusi di masa yang akan datang? Sejalan dengan perkembangan teknologi yang meningkat pesat dan semakin canggih, mungkinkah nanti seperti yang ada di dalam gambar di bawah ini, layaknya seseorang membeli sebotol minuman dingin? Kalau sudah begitu, mungkin akan diberi tulisan peringatan: "Maaf, Dilarang Digunakan Di Sini!"
Narayana 734 - Praktik prostitusi kalangan pelajar berhasil dibongkar jajaran Polres Mojokerto. Ironisnya, mereka yang diperdagangkan masih duduk di bangku SMA. Kebutuhan ekonomi menjadi alasan mendasar pratik prositusi di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto tersebut.
Terbongkarnya praktik prostitusi tersebut terbongkar setelah warga curiga dengan adanya aktivitas di rumah salah satu warga Dusun Kesono, Desa Bakalan, Kecamatan Gondang tersebut.
Dari hasil laporan warga tersebut, petugas dari Polsek Gondang langsung melakukan pengintaian. Dari hasil pengintaian petugas Polsek Gondang, diketahui jika rumah milik Sudarso (48) tersebut, ada seorang pelajar yang masih menggunakan seragam sekolah melayani seorang tamu. Lantaran melibatkan anak di bawah umur, kasus tersebut akhirnya ditanggani Satuan Reserse Polres Mojokerto.
Kapolres Mojokerto, AKBP Prasetijo Utomo mengatakan, dari hasil pengembangan, Sudarso membuka praktek prostitusi hanya dilakukan untuk pelajar dan praktiknya tidak dilakukan setiap hari.
Mereka hanya melayani para tamu setiap hari Jum'at dan Sabtu saja, di luar hari itu, praktek prosetitusi di rumah Suharso tutup. "Praktik ini tidak dilakukan di luar rumah atau korban tidak bisa dibooking ke luar. Para lelaki hidung belang ini hanya bisa memesan mereka di rumah milik Sudarso. Ada kamar khusus yang memang disediakan untuk praktek ini," ungkapnya, Kamis (20/10/2011).
Masih kata Kapolres, diduga pratik prostitusi yang melibatkan gadis belia tersebut sudah berlangsung cukup lama. Karena dari hasil penggerebekan petugas, didapati dua gadis belia yang berada di rumah Sudarso. SI (16) yang masih duduk di bangku kelas 2 SMU yang sedang melayani tamu dan ID (16) masih duduk di ruang tamu.
"Diperkirakan masih banyak korban yang diperdagangkan oleh tersangka. Praktik ini cukup rapi, untuk memesan para gadis belia tersebut, para hidung belang tidak bisa langsung mengontak para korban. Mereka harus melalui tersangka terlebih dahulu," katanya.
Jika hal tersebut terjadi, para gadis belia tersebut enggan melayani para hidung belang tersebut. Karena memang hanya melalui pemesan ke Sudarso. Tarif yang dipasang Sudarso bervariasi, untuk menikmati tubuh para gadis belia tersebut dipatok Rp 250 ribu ditambah Rp25 untuk sewa kamar dengan durasi rata-rata sekitar 90 menit.
"Jika hanya meraba saja, tersangka mematok harga Rp 150 ribu. Tersangka mengaku uang tersebut diberikan ke para gadis tersebut, tersangka hanya menerima uang sewa kamar untuk yang hanya meraba saja. Namun, tersangka juga bisa menikmati tubuh gadis belia tersebut," lanjutnya.
Selain itu, Kapolres juga curiga praktik prostitusi di kalangan pelajar ini karena adanya kata sandi khusus. Seperti sandi, 'Supra'. Kata sandi tersebut digunakan Sudarso untuk menjajakan barang dagangannya yang masih berseragam sekolah kepada para konsumennya.
"Praktik ini berlangsung pada jam-jam khusus yakni setiap hari Jum'at dan Sabtu saat jam pulang sekolah. Di luar itu, tersangka tak membuka prateknya. Kita menjerat tersangka dengan pasal 2, 9, 10, 11 dan 12 UU nomor 21 tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan manusia," ujarnya.
Selain melanggar UU tentang tidak pidana perdagangan manusia, tersangka juga terjerat Undang-undang Perlindungan Anak dengan acaman hukum penjara 15 tahun serta denda Rp 600 juta. Jajaran Polres Mojokerto juga menyita barang bukti berupa handphone yang digunakan Sudarso bertransaksi dengan para lelaki hidung belang serta dua orang korban. [beritajatim.com]
Narayana 734 - Pendapat populer mengemukakan wanita berpakaian seksi akan mengalihkan pikiran pria ke arah seks. Meskipun banyak yang menganggap hal ini digeneralisasi, studi terbaru menyimpulkan bahwa pria cenderung menganggap wanita sebagai obyek seksual saat mereka menggunakan pakaian minim.
Peneliti dari Universitas Princeton melakukan studi pada pria dengan memperlihatkan serangkaian foto wanita yang mengenakan pakaian berpotongan seksi. Saat melihat foto-foto tersebut, bagian otak yang bertanggung jawab pada aktivitas mental berkurang. Dan, para pria memandang wanita-wanita seksi adalah seorang yang kurang cerdas, ambisius, namun ramah.
Studi lain yang serupa oleh Kurt Gray dan rekan dalam Journal of Personality and Social Psychologymenemukan, pria mempersepsikan wanita yang memakai pakaian seksi sebagai seorang yang sarat emosi, rapuh, tapi kurang cerdas. Adapun foto wanita yang berpakaian sopan dan foto yang hanya menampilkan wajah dipandang pria yang ambil bagian dalam survei sebagai pribadi kompeten dan logis.
Menurut ilmuwan seperti dikutip Shine, temuan ini bisa menjadi pertimbangan wanita saat akan melakukan wawancara, kencan pertama, atau kesempatan penting saat wanita ingin dianggap serius.
Narayana 734 - Grup band Ungu tampil beda dalam video klip terbarunya. Grup band yang terdiri dari lima personel ini sedang menjadi sorotan karena video terbaru mereka dalam lagu 'Dia Atau Diriku'. Dalam video klip itu memperlihatkan Pasha bersama dua orang wanita. Dan kabarnya, salah satu wanita tersebut adalah waria.
Rumor soal waria itu merebak setelah salah satu user dari social media online memberitakan bahwa ada kesamaan antara salah satu tokoh pemeran wanita dalam video klip tersebut dengan salah satu kontestan Miss Tiffanny 2009, yang belakangan diketahui bernama Nong Belle.
Video klip tersebut menceritakan tentang seorang pria yang berada di antara dua orang wanita. Single ini sendiri berkisah tentang keinginan salah satu wanita yang mengharapkan kekasihnya untuk memilih kepada siapa ia akan melabuhkan hatinya.
Terdapat beberapa adegan mesra antara Pasha dengan dua wanita yang menjadi model video klipnya itu. Soal kabar menggunakan waria di video klip, Ungu belum mau berkomentar.