Hasil Piala Dunia 2014: Brazil vs Kamerun Skor 4-1

Narayana 734 - Laga Brazil vs Kamerun pada lanjutan penyisihan Grup A Piala Dunia 2014 berlangsung seru. Laga yang berlangsung di Estádio Nacional de Brasília, Brasília, Distrito Federal, Selasa (24/6/2014) dini hari berakhir dengan skor 4-1 untuk keunggulan Brazil. Dengan hasil ini Brazil keluar sebagai juara Grup A.

Brazil yang tampil ngotot sejaka awal pertandingan akhirnya mampu memecah kebuntuan pada menit ke 17 melalui gol yang dicetak Neymar. Berawal dari umpan crossing mendatar dari sayap kiri yang dilepaskan Luiz Gustavo, Neymar sukses melepaskan tendangan akurat ke pojok kanan gawang. Skor 1-0
Tak mau dipecundangi, Kamerun akhirnya mampu membalas pada menit ke 26 melalui kaki Joel Matip. Berawal dari crossing yang dilepaskan Allan Nyom ke muka gawang, Joel Matip yang terlepas dari kawalan lini belakang Brazil akhirnya mampu mencetak gol dan membuat skor imbang 1-1.

Publik Estádio Nacional de Brasília kembali bergemuruh menyambut gol tim kebanggaan negara Samba itu, kali ini Neymar kembali mencatatkan lagi namanya di papan skor di menit ke 34 melalui gol dari tendangannya. Skor 2-1 Brazil kembali unggul, hasil ini bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Brazil semakin kesetanan, pada menit ke 49 sebuag gol tercipta dari tandukan akurat Fred. Berawal dari umpan silang yang dilepaskan David Luiz, Fred mampu membawa Brazil semakin menjauh. Skor 3-1 Kamerun makin terpuruk.

Belum puas mempermalukan Kamerun, Brazil akhirnya memastikan diri menjadi juara Grup A setelah pada menit ke 84, kerja sama apik Oscar dan Willian akhirnya mampu dimanfaatkan Fernandinho berhasil menjebloskan bola ke gawang Kamerun. Skor 4-1 tak berubah hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan.

Nilai Sempurna De Oranje

Pemain Belanda Depay dan Robben merayakan gol ke gawang Cili.
Narayana 734 - Belanda akhirnya memastikan diri lolos sebagai juara Grup B dengan nilai sempurna seusai menaklukkan Cili dua gol tanpa balas. Pada laga ketiga yang dihelat di Arena Corinthians, Sao Paulo, Senin (23/6/2014) malam WIB, gol-gol baru tercipta di 15 menit terakhir laga dan semuanya dicetak pemain pengganti Belanda, yakni Leroy Fer serta Memphis Depay.

Kemenangan 2-0 membuat De Oranje mengumpulkan nilai sempurna dari tiga laga dan berhak finis sebagai juara grup, unggul tiga angka dari Cili di posisi kedua. Belanda tinggal menunggu lawan dari runner-up Grup A yang masih mungkin diisi Brasil, Meksiko atau Kroasia.

Seperti dilansir detiksport, laga berjalan cenderung dalam tempo lambat sejak menit awal dan peluang pertama baru hadir di menit 12. Cili yang mengukir peluang itu ketika crossing dari sisi kiri disambut tandukan Eduardo Vargas namun bola masih tak menemui bidang sasaran.

Di menit 22 Cili dapat peluang lagi lewat korner datar dari Alexis Sanchez yang menuju Felipe Gutierrez. Tapi sayang ia gagal menjaga akurasi tembakannya dan bola melayang di atas mistar.

Belanda mendapat kesempatan pertama bikin gol di menit 35. Free kick Arjen Robben mengarah ke muka gawang yang disambut tandukan Stefan De Vrij tapi bola masih melebar dari sasaran. Babak pertama berakhir imbang tanpa gol.

Masuk di babak kedua tak banyak peluang hadir yang bisa membahayakan gawang masing-masing tim. Di menit 65 Robben yang dikawal 3 pemain Cili bisa mendapat ruang tembak namun bola masih lemah dan bisa dihadang Claudio Bravo.

Dirk Kuyt di menit 74 menyundul bola korner Robben tapi masih menyamping di sisi kanan gawang. Dua menit kemudian pemain pengganti Memphis Depay melepaskan tembakan keras yang bisa ditepis Bravo.

Dari sana lahirlah sepak pojok yang diumpan pendek ke arah Daryl Janmaat yang langsung melepaskan crossing ke muka gawang. Fer tanpa kawalan dengan mudah menanduk bola dan menaklukkan Bravo untuk bawa Belanda memimpin 1-0.

Keunggulan Belanda bertambah di menit 91 setelah Depay menuntaskan umpan tarik Robben di muka gawang yang diawali serangan balik cepat oleh winger kiri itu. Skor 2-0 menjadi akhir laga ini dan Belanda lolos sebagai juara grup. (Solopos)

Spanyol vs Australia, Skor 3-0

Gelandang Manchester United, Juan Mata.
Narayana 734 - Keputusan pelatih Spanyol, Vicente del Bosque, untuk memainkan Cesc Fabregas pada babak kedua berbuah manis. Penyerang yang baru saja pindah dari Barcelona ke Chelsea tersebut menjadi kreator atas gol ketiga Spanyol ke gawang Australia.

Spanyol mencetak gol ketiga melalui kaki kiri Juan Mata, setelah memanfaatkan umpan lambung Fabregas ke jantung pertahanan Australia. Juan Mata yang sudah berdiri bebas berhadapan dengan kiper Australia dan akhirnya memaksa kiper Australia memungut bola untuk kali ketiga dari gawangnya sendiri.

Sebelumnya dua gol Spanyol dicetak oleh David Villa dan Fernando Torres.

Laga ini tidak menentukan lagi kelolosan kedua tim. Namun demikian, sebagai juara bertahan Spanyol harus memetik kemenangan dari Australia. Hasil imbang saja sudah membuat Australia finish di atas Spanyol.

Tribunnews

Messi Loloskan Argentina ke 16 Besar, Iran Bikin Perlawanan Sengit

Kiper Iran Haghighi menyelamatkan gawangnya dari gempuran Argentina.
Narayana 734 - Argentina tampil dominan kala menghadapi Iran. Namun Iran melakukan perlawanan sengit, kendati sukses menciptakan sejumlah peluang, Argentina lewat Messi baru bisa menjebol gawang Iran di injury time babak kedua dan laga berakhir 1-0.

Pada pertandingan yang berlangsung di kota Belo Horizonte, Sabtu (21/6/2014) malam WIB, Argentina tampil menekan pertahanan Iran sejak awal. Tidak jarang mereka membangun serangan dengan lima orang pemain depan.

Dengan kemenangan ini, ‘Tim Tango’ cukup kesulitan untuk membobol. Julukan Argentina, memuncaki Grup F dan berhak melaju ke babak 16 besar.

Seperti dilansir detiksport, Gonzalo Higuain mendapatkan kesempatan bagus pada menit ke-13. Namun, tendangannya ketika sudah berhadapan dengan kiper Iran Alireza Haghighi masih bisa ditahan oleh kiper berusia 26 tahun tersebut.

Pada menit ke-32, giliran Lionel Messi yang mendapatkan kans lewat sebuah tendangan bebas. Hasilnya sama seperti peluang Di Maria sebelumnya; tendangan Messi masih melambung di atas mistar gawang Iran.

Empat menit sebelum babak pertama selesai, Iran mendapatkan peluang lewat sebuah tendangan sudut. Bola disambut dengan sundulan oleh Jalal Hosseini, namun sundulannya melambung tipis.

Babak pertama berakhir dengan skor 0-0. Dari catatan ESPNFC, Argentina punya 10 attempts sepanjang babak pertama, namun hanya dua di antaranya tepat sasaran. Sementara Iran punya 3 attempts, tapi tak satu pun mengarah tepat sasaran.

Babak kedua, Argentina semakin meningkatkan serangannya. Namun seperti halnya babak pertama, barisan belakang Iran yang kompak menahan serangan Argentina, kiper Iran juga bermain gemilang.

Argentina akhirnya berhasil membuka kebuntuan, ketika Lionel Messi di menit ke 90 + 1 melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Tendangan melengkung itu tak mampu dijangkau kiper Iran Haghighi, 1-0 untuk Argentina.

Solopos

Saling Balas Gol, Jerman vs Ghana Berakhir Imbang 2-2



Narayana 734 - Jerman dan Ghana saling berbagi angka setelah bermain imbang 2-2. Laga berlangsung ketat di mana kedua tim saling balas-membalas gol.

Pada laga yang berlangsung di Estadio Castelao, Minggu (22/6/2014) dinihari WIB itu, Jerman unggul lebih dulu lewat Mario Goetze di menit ke-51. Namun tak sampai lima menit, kedudukan kembali berimbang setelah Andre Ayew mencetak gol.

Ghana berbalik unggul di menit ke-63 melalui gol Gyan Asamoah. Tapi Jerman berhasil membuat kedudukan sama kuat lagi melalui gol Miroslav Klose.

Menyusul hasil ini, Jerman masih memimpin klasemen Grup G dengan nilai empat dari dua laga. Sementara Ghana dengan jumlah partai yang sama bertahan di urutan tiga dengan torehan satu poin, di belakang Amerika Serikat yang punya tiga angka. AS sendiri baru akan melakoni laga kedua kontra Portugal, yang sementara menempati pos juru kunci, Senin (23/6/2014) dinihari WIB.

Jalannya Pertandingan

Jerman memulai laga dengan mendominasi penguasaan bola, tapi Ghana yang lebih dahulu berhasil menciptakan peluang. Pada menit ke-7 Christian Atsu yang menerima bola lambung di sisi kanan melepaskan umpan silang mendatar ke tengah kotak penalti. Bola disambut Gyan Asamoah, tapi masih jauh dari sasaran.

Jerman mencoba membalas pada menit ke-12. Menerima bola dari Oezil di dalam kotak penalti, Mueller yang punya kesempatan melakukan tembakan lebih memilih meneruskan bola ke Toni Kroos di belakangnya. Kroos menyepak bola keras-keras, tapi di blok barisan pertahanan Ghana.

Hanya semenit berselang, Ghana kembali mendapatkan kesempatan. Sodoran Kevin-Prince Boateng kepada Atsu tak jauh dari kotak penalti diakhiri dengan sebuah tembakan keras ke pojok kiri gawang Jerman. Manuel Neuer sigap menepis.

Jerman merespons di menit ke-18. Oezil melakukan tusukan di sisi kanan dan mengumpan ke Sami Khedira di depan kotak penalti. Khedira menyambut bola dengan tendangan kaki kanan mendatar ke pojok kanan bawah, tapi terbaca dengan baik oleh Fatau Dauda.

Kroos menciptakan peluang lain untuk Jerman di menit ke-26. Tapi sepakan kerasnya dari luar kotak penalti belum juga menghasilkan gol, hanya melambung di atas gawang.

Detiksport