PIALA DUNIA 2014: Ditekuk Uruguay 2-1, Inggris Tersingkir

Striker Uruguay Luis Suarez bergembira usai mencetak gol kedua melawan Inggris di Grup D Piala Dunia 2014 di Corinthians Arena, Sao Paulo, Brazil (19/6/2014)
Narayana 734 - Inggris tersingkir. Dalam partai kedua Grup D di Sao Paulo, Brasil pada Kamis (19/6/2014) atau Jumat (20/6/2014)mereka ditundukkan Uruguay 2-1.

Hasil itu membuat Inggris harus mengemas barang-barang mereka karena tersingkir dalam persaingan merebut gelar juara. Inggris kembali kalah. Gol Dua gol Uruguay dijaringkan oleh striker Liverpool, Luis Suarez  pada menit ke-39 dan ke-84. Gol Inggris sendiri dijaringkan oleh Wayne Rooney menit ke-75.

Hasil ini membuat asa Uruguay ke babak 16 besar tetap terbuka. Menunggu hasil di partai terakhir mereka melawan Italia. Inggris menyisakan satu pertandingan melawan Kosta Rika yang hasilnya tidak mengubah status tersingkir.

 Kini Uruguay harus mengalahkan Italia di partai terakhir guna mengamankan tiket ke-16 besar. (bisnis)

PIALA DUNIA 2014: Australia vs Belanda, Jual Beli Gol Berujung Duka Socceroos

Timnas Belanda
Narayana 734 - Ancaman, harapan dan setumpuk debar menghiasi jalannya laga Grup B Piala Dunia 2014 antara Australia vs Belanda di Estadio Beira, Rabu (18/6/2014).

Puluhan ribu penonton yang tumpah ruah itu sepertinya tak akan pernah berkata menyesal menyaksikan laga penuh ambisi tersebut.

Pada babak pertama, mereka sudah disuguhi bentrok cukup sengit dan asyik. Tak terkecuali bagi mereka, para penonton dan jutaan pasang mata yang menyaksikan di layar kaca.

Menit-menit awal, baik Australia ataupun Belanda sudah saling memecah suasana. Bola sedemikian bergerak cepat ditendang sana-sini oleh masing-masing pemain. Pada menit ke-20, barulah gawang Australia bergetar lewat sontekan Arjen Roben yang tak bisa dikendalikan Ryan, sang penjaga gawang.

Seakan tak ingin disepelekan di hadapan ribuan penggemarnya, The Socceroos, satu menit kemudian membayar gol mahalnya lewat tendangan 'Kung Fu' Tim Cahill atas umpan dari Davidson. Papan skor pun berubah 1-1.

Kini, bukan hanya ancaman, debar dan harapan yang berkelebat di tengah-tengah otak kedua tim, tetapi bagaimana mereka mampu mengendalikan emosi yang dibungkus dengan tak-tik jitu untuk bisa membuat gol sebanyak mungkin.

Babak pertama laga Australia vs Belanda kian memanas. Terlihat beberapa kali kedua tim tak lagi berpikir bagaimana bermain bagus. Sedikit aksi jegal menjegal antar pemain bukan hanya sekali, dua, tapi kerap saling menjatuhkan. Kartu kuning pun diangkat wasit untuk Cahill yang nakal melabrak Martin Indi.

Bagi Australia, bentrok melawan Belanda ini sama saja dengan memupuk asa. Harap-harap cemas tentu sudah membanjiri para pemain sejak awal. Maklum, pada laga pembukaan Grup B saat melawan Chili, The Socceroos harus pasrah menerima keadaan. Australia dihajar habis 3-1 oleh Chile.

Artinya, laga melawan Belanda ini sangat berarti untuk memenangkan tiket ke babak selanjutnya. Tapi apa daya, nasib berkata lain. Pertandingan sepak bola bukanlah hitung-hitungan matematika. Kenyataan lapangan sulit ditebak, meski oleh dukun canggih sekalipun.

Harapan kemenangan Australia pada babak kedua hanya dirasakan beberapa menit. Ya, memang, Australia sempat memperbesar kemenangan 2-1 pada menit ke-54 atas tendangan penalti yang dieksekusi Jedinak.

Tapi apa lacur, laga Asutralia vs Belanda ini sudah kadung dicap sebagai pertandingan 'jual beli gol'. Empat menit kemudian, tepatnya mada menit ke-58, Van Persie berhasil menyamakan kedudukan 2-2 atas umpan sang kawan sejati, Roben.

Publik sepak bola tentu menduga, atau bahkan yakin bahwa laga ini penuh dengan drama. Bola bukan hanya ditendang, umpan atau bermain indah di udara. Tapi suguhan kedua tim sangat menarik pandangan pecinta sepak bola dunia.

Serangan demi serangan kembali dibangun. Kadang peluang hadir di kedua tim. Meski beberapa kali kedua penjaga gawang patut diacungi jempol atas tugas beratnya menjaga jala agar tidak bergetar.

Namun, serangan yang dibangun Belanda membuahkan hasil. Pada menit ke-68, tendangan jarak jauh Memphis Depay tak bisa dibendung Ryan yang menyarang di sudut kanan gawang.

Mungkin inilah tanda-tanda yang tersirat untuk Australia agar segera bersiap angkat koper. Sinyal menyeimbangkan skor pada 30 menit akhir memang tampak terlihat. Tetapi hingga peluit babak kedua ditiup. Skor berakhir 3-2 untuk Belanda.

Louis van Gaal, Patrick Kluivert dan beberapa rombongan di 'gerbong' Belanda menyambut tiupan peluit akhir itu dengan penuh suka cita. Tapi tidak untuk Australia. Wajah-wajah mereka merunduk ke bawah rumput.

Tetapi untuk keseluruhan, Australia telah berhasil membuat repot dengan ‘membuldozer’ Belanda di setiap lini. Jika tidak berlebihan, The Socceroos mampu melawan Tim Oranje itu. Namuan memang tidak bisa ditutupi, Australia memang sudah kalah. Asa hilang. Satu laga menunggu datang.

Bisnis

Spanyol vs Chile 0-2: Jalannya Pertandingan

Narayana 734 - Spanyol takluk 0-2 dari Cile pada lanjutan laga Grup B Piala Dunia 2014 di Stadion Maracana, Rabu atau Kamis (19/6/2014) dini hari WIB. Dengan begitu, skuad La Furia Roja pun dipastikan tersingkir dari Piala Dunia 2014.

Spanyol saat ini menempati posisi terakhir klasemen sementara Grup G dengan poin nol. Sebelumnya, sang juara bertahan itu juga diempaskan Belanda 1-5 pada pertandingan perdana.

Spanyol sebenarnya sudah mencoba mengambil alih permainan sejak menit-menit awal. Akan tetapi, para pemain Cile tampil cukup semangat dengan melakukan pressing kepada penggawa-penggawa Spanyol ketika memegang bola.

Bahkan, saat laga baru berjalan tiga menit, Cile sudah membuat peluang berbahaya di jantung pertahanan Spanyol. Sayang, bola sundulan Gonzalo Jara masih melebar tipis di sisi kanan gawang skuad La Furia Roja.

Peluang pertama Spanyol dihasilkan Xabi Alonso pada menit ke-15. Namun, bola tendangan Alonso seusai menerima bola muntah hasil sepakan Diego Costa masih dapat ditepis cukup baik oleh kiper Cile, Claudio Bravo.

Mencoba menguasai laga, justru Spanyol lebih dulu kebobolan setelah Eduardo Vargas mencetak gol pada menit ke-19. Gol tersebut berawal dari kesalahan umpan Xabi Alonso yang mampu dimanfaatkan oleh Alexis Sanchez.

Bekerja sama satu-dua dengan Arturo Vidal, striker Barcelona itu kemudian membawa bola ke jantung pertahanan Spanyol dan memberikan umpan pendek kepada Vargas di dalam kotak penalti. Vargas pun sukses mengecoh kiper Spanyol, Iker Casillas, sebelum menceploskan bola ke dalam gawang.

Pada menit ke-28, Spanyol mendapatkan peluang untuk menyamakan kedudukan. Akan tetapi, bola tendangan Costa seusai menerima umpan sundulan kepala David Silva masih melebar di sisi kanan gawang Cile.

Tiga menit sebelum turun minum, suporter Cile kembali bersorak setelah Charles Aránguiz mampu membobol gawang Casillas untuk kali kedua. Gol tersebut diciptakannya seusai menerima bola tepisan Casillas.

Selepas turun minum, Spanyol mencoba keluar dari tekanan. Namun, pressing dari pemain Cile membuat Iniesta dan kawan-kawan kesulitan mengembangkan permainan. Beberapa kali mereka pun terlihat tidak akurat saat mengalirkan umpan.

Pada menit ke-52, Spanyol mendapatkan peluang emas melalui Sergio Busquets. Sayang, upaya itu belum membuahkan hasil karena bola tendangan Sergio masih melenceng ke sisi kanan gawang Cile.

Sepanjang babak kedua, di tengah ketertinggalan 0-2, para pemain Spanyol terlihat tidak tenang saat menguasai bola. Beberapa kali, jika sudah berada di depan kotak penalti Cile, serangan mereka buntu.

Sementara itu, Cile yang lebih banyak bertahan bukan tanpa serangan. Beberapa kali, melalui serangan balik, Alexis dan kawan-kawan juga mampu merepotkan barisan belakang Spanyol yang dipimpin oleh Sergio Ramos.

Pada menit ke-68, misalnya, saat Eugenio Mena memberikan umpan tarik dari sisi kiri pertahanan Spanyol. Sayang, bola sontekan Mauricio Isla masih melambung di atas mistar gawang Casillas.

Meski terus mencoba memperkecil kedudukan hingga menit-menit akhir, sejumlah peluang Spanyol gagal dikonversikan menjadi gol. Skor 2-0 untuk Cile pun bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Menurut catatan FIFA, sepanjang laga, Spanyol menguasai bola sebanyak 54 persen dan melepaskan tujuh tembakan akurat dari 12 usaha. Adapun Cile menciptakan empat peluang emas dari tujuh percobaan.

Susunan pemain:
Spanyol: 1-Iker Casillas, 4-Javi Martínez, 15-Sergio Ramos, 18-Jordi Alba, 22-Cesar Azpilicueta, 6-Andres Iniesta, 11-Pedro (20-Santi Cazorla 76), 14-Xabi Alonso (17-Koke 45), 16-Sergio Busquets, 21-David Silva, 19-Diego Costa (9-Fernando Torres 64)
Pelatih: Vicente Del Bosque

Cile: 1-Claudio Bravo, 5-Francisco Silva, 17-Gary Medel, 18-Gonzalo Jara, 2-Eugenio Mena, 4-Mauricio Isla, 8-Arturo Vidal (6-Carlos Carmona 88), 20-Charles Aránguiz (16-Felipe Gutierrez 64), 21-Marcelo Díaz, 7-Alexis Sanchez, 11-Eduardo Vargas (10-Jorge Valdivia 85)
Pelatih: Jorge Sampaoli

 Tribunnews

Piala Dunia 2014: Fakta Menarik Seputar Pertandingan Brazil vs Meksiko

Narayana 734 - Piala Dunia 2014: Fakta Menarik Seputar Pertandingan Brazil vs Meksiko. Bermain imbang tanpa gol melawan Meksiko membuat Brazil harus mengubur impiannya menjadi tim pertama yang lolos ke fase 16 besar Piala Dunia 2014. Berikut fakta menarik seputar laga Brasil vs Meksiko di Estadio Castelao, Rabu (18/6/2014) dini hari tadi.

Secara keseluruhan, Brazil mampu mendominasi serangan. Neymar dkk beberapa kali mendapatkan peluang emas untuk mencetak gol, namun penampilan cemerlang penjaga gawang Meksiko Guillermo Ochoa mampu mematahkan semua serangan yang dimotori Neymar hingga David Luiz.

Skor imbang 0-0 menjadi beban tersendiri bagi Brazil yang berstatus sebagai tuan rumah Piala Dunia 2014. Dengan hasil imbang tanpa gol, klasemen Grup A tak berubah. Brazil berada diurutan pertama dengan 4 poin, dan diikuti Meksiko satu tingkat di bawahnya dengan poin sama.

Jerman Vs Portugal: Thomas Mueller Cetak Hat-trick, Skor 4-0

Narayana 734 - Thomas Mueller kembali mencetak gol pada laga antara Jerman kontra Portugal di laga pembuka Grup G Piala Dunia 2014, Selasa (17/6/2014). Pada menit ke-78 ia mencetak gol ketiganya yang membuat Jerman unggul 4-0.

Gol Mueller tersebut bermula saat gelandang Jerman, Andre Schuerrle melakukan penetrasi dan umpan ke tengah dari sisi kiri pertahanan Portugal. Bola sempat ditepis kiper Portugal, Rui Patricio. Hanya saja, bola tepisan tersebut  jatuh ke kaki Thomas Mueller yang berdiri tepat di depan gawang.

Mueller secara sigap menendang bola yang membuat skor menjadi 4-0. Sebelumnya, Sebelumnya, Jerman unggul lewat gol Mueller di menit ke-12 dan menit ke-45. Satu gol lain Jerman dicetak Mats Hummels memanfaatkan tendangan sudut di menit ke-32.

Sebelumnya, Jerman unggul lewat gol Mueller lewat penalti di menit ke-12 dan Mats Hummels memanfaatkan tendangan sudut di menit ke-32.

Adapun Portugal harus bermain dengan 10 pemain setelah Pepe dikartu merah wasit di menit ke-37 atau lima menit usai Portugal kebobolan gol kedua. Pemain bertahan Real Madrid tersebut diusir setelah melakukan aksi provokatif usai bersitegang dengan Thomas Mueller. Tangan Pepe terlihat 'nakal' ke muka Mueller. Ia juga terlihat menanduk.

Tribunnews