Mengurangi Duduk, Perpanjang Hidup

Narayana 734Warga Amerika dewasa dapat meningkatkan harapan hidup mereka dua tahun dengan mengurangi duduk kurang dari tiga jam sehari, kata para peneliti Selasa, meskipun hal itu cukup berat.
Mengurangi menonton televisi kurang dari dua jam sehari juga bisa menambah hidup 1,4 tahun, tim AS mengatakan dalam sebuah makalah jurnal online BMJ Open.
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa orang dewasa AS menghabiskan sekitar 7,7 jam per hari untuk "perilaku berdiam diri".
"Ya, itu akan menjadi tantangan," kata penulis Peter Katzmarzyk dari Pennington Biomedical Research Centre kepada AFP untuk mengurangi duduk - mengingat kebanyakan orang menghabiskan waktu di belakang meja di tempat kerja mereka.
"Di sisi lain, ada banyak strategi untuk mengurangi waktu duduk, seperti lebih banyak berdiri saat bekerja, menggunakan meja berdiri atau meja treadmill, gunakan pertemuan berjalan, mencari seseorang di lorong daripada mengirim email ke mereka. "
Penelitian tersebut didasarkan pada perbandingan kesehatan penduduk dan statistik gaya hidup dengan data polling yang tidak aktif.
Penelitian lain terkait waktu duduk atau menonton televisi dengan diabetes dan kematian akibat penyakit jantung atau stroke.
"Kami sekarang memiliki beberapa studi fisiologis menunjukkan bahwa ketika Anda duduk, kaki otot (yang terbesar dalam tubuh) benar-benar tidak aktif, yang menyebabkan masalah dengan bagaimana Anda menangani gula darah dan bagaimana Anda menangani kolesterol," kata Katzmarzyk melalui email.
"Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa perpanjangan waktu duduk dan waktu menonton TV mungkin memiliki potensi untuk mengurangi harapan hidup di Amerika Serikat," tambah penelitian tersebut.
"... Perubahan yang signifikan dalam perubahan perilaku pada tingkat populasi diperlukan untuk melakukan perbaikan nyata dalam harapan hidup."
Makalah itu menekankan perkiraan teoritis, dan tidak boleh diartikan bahwa orang yang kurang aktif harapan hidupnya berkurang 1,4 atau dua tahun lebih sedikit daripada yang lain.
"Harapan hidup adalah statistik penduduk dan tidak berlaku untuk individu."
Penelitian itu menggunakan data penduduk AS dan tidak bisa diterapkan ke negara lain, kata Katzmarzyk. (afp.com)

Pengusaha Indonesia Beli Klub Bola AS

Narayana 734Pengusaha dan tokoh media Indonesia, Erick Thohir kini resmi menjadi investor klub Major League Soccer (MLS), D.C. United.

Sosok yang juga menjadi pemilik klub NBA Philadelphia 76ers tersebut akan menjadi salah satu investor utama klub bersama Jason Levien, yang juga bagian dari pemilik 76ers serta tokoh eksekutif Sacramento Kings, dan Will Chang, investor D.C. United sebelumnya.

Namun, diantara ketiganya, Erick Thohir dikabarkan menjadi investor terbesar di D.C. United, seperti yang dilansir olehWashington Post. Pengumuman resmi klub sendiri akan dilangsungkan pada dini hari nanti (11/7).


Thohir adalah pemilik beberapa media massa, stasiun televisi dan radio, termasuk majalah di Indonesia dan juga pendukung dana pada klub bola basket. 
Kepemilikannya terhadap D.C. United dapat dibilang sangat membanggakan karena membuat potensi Indonesia mengembangkan sayapnya di sepakbola level internasional menjadi lebih lebar. 

Seperti yang diketahui, D.C. United adalah tim yang cukup berprestasi. Mereka telah memenangi MLS Cup sebanyak empat kali yaitu pada tahun 1996, 1997, 1999 dan 2004 dan sederet trofi lainnya. (goal.com)

Lukisan 3 Dimensi yang Sangat Nyata (Foto)

Narayana 734Sebuah pameran foto di Zheijang, Cina, menampilkan lukisan-lukisan 3 dimensi yang...terlihat begitu nyata. Lihat foto-fotonya di bawah ini:
Yahoo

Tujuh Ciri Anda Tak Akan Jadi Istri yang Baik

Narayana 734Pernikahan bagi beberapa perempuan adalah impian sejak kecil. Jadi, ketika mereka mulai pacaran, selalu berharap apakah pria tersebut bisa menjadi pangeran idamannya seperti di masa kecil. Tapi tidak semua siap memasuki jenjang hubungan yang mengikat ini. Bagi perempuan yang masih belum yakin apakah Anda bisa menjadi istri yang baik, bisa dilihat tujuh karakter di bawah ini. 

1. Egois
Pernikahan tak sekadar komitmen, tapi tempat di mana ada cinta yang tulus di dalamnya. Ini berarti, jika Anda hanya memikirkan diri sendiri, maka saling mencintai tidak akan ada dalam sebuah keluarga yang Anda bangun. Kebanyakan orang egois memanfaatkan cinta pasangannya dan menggunakan perasaan mereka untuk kebahagiaannya sendiri. Padahal dalam pernikahan tidak ada lagi "aku", tapi "kami".

2. Pencemburu berat
Cemburu boleh-boleh saja dalam suatu hubungan. Tapi, kalau pencemburu berat, berarti Anda adalah perempuan yang merasa tidak aman menempatkan cinta kepada kekasih di atas segalanya dan tentunya bukan orang yang percaya diri. Jadi, meski nanti status kekasih sudah suami, kalau masalah kepribadian ini belum beres juga, maka Anda akan merasa terancam terhadap semua teman perempuan suami.

3. Gadis Pesta
Sebagian besar pria tak suka gadis yang menghabiskan hampir tiap malamnya di sebuah klub. Memang tak ada salahnya berpesta dan menikmati waktu yang menyenangkan. Tapi, jika Anda sudah berniat membangun keluarga, maka ada batasnya untuk terus-terusan berpesta. Dalam pernikahan, Anda harus bisa memisahkan waktu bersama pasangan dan waktu bersama teman-teman. Jika Anda belum bisa melepas atau mengurangi waktu bersenang-senang, berarti pernikahan memang belum tepat untuk Anda.

4. Tidak suka anak-anak
Tak ada salahnya tidak suka atau tidak menginginkan anak. Tapi, jika Anda berkencan dengan pria yang menginginkan atau memiliki anak, maka itu sekarang jadi masalah. Anak adalah bagian dari komitmen sebuah pernikahan. Jadi, jika Anda berdua belum sepakat soal ini, maka pernikahan yang bahagia muskil terjadi. Apalagi Anda tidak menyukai anak-anak. Seberapa hebat Anda sebagai perempuan, kekasih Anda tak akan melihat sosok seorang ibu. Jadi tentunya dia tidak akan pernah melamar Anda.

5. Materialistis
Tidak ada salahnya bermimpi menikah dengan pria yang kaya. Tapi pernikahan bukanlah sekadar uang. Sebab menikah itu berarti menghabiskan waktu dalam kondisi baik dan buruk, sakit dan sehat, tentunya kaya dan miskin. Jadi, jika Anda matre, maka pernikahan hanya akan menjadi ajang narsisme atau pamer. Ketika pasangan Anda bangkrut, tentunya Anda hanya ingin lari dari pernikahan. Jadi sebenarnya Anda belum layak untuk menikah. Usahakan menikah dengan kemapanan yang sudah Anda miliki sebelumnya. 

6. Tukang selingkuh
Biasanya orang yang tidak bisa dipercaya dalam suatu hubungan jarang bisa berubah, kecuali mereka benar-benar siap dan niat. Jika Anda yang suka selingkuh memang benar-benar ingin berubah, maka Anda dapat berubah dan menikahi pria idaman. Tapi, jika masih separuh-paruh niatnya, jangan berani coba-coba untuk melangkah ke pernikahan. Tetaplah lajang sampai Anda bisa dipercaya.

7. Libido rendah
Berhubungan intim memang bukan segalanya dalam pernikahan. Tapi itu adalah bagian dari membangun kelanggengan. Jika Anda merasa bahwa gairah seks sangat rendah, maka cobalah datang ke dokter. Pastikan Anda sehat, baik mental maupun fisik, sebelum menikah. Intinya adalah pernikahan bukan hanya urusan selangkangan, tapi juga kehidupan nyata yang akan Anda hadapi bersama pasangan nanti, khususnya di ruang pribadi. (TEMPO.CO)

Menginap di Hotel Ini Dikasih iPhone

Narayana 734Tak tanggung-tanggung cara yang dilakukan Opus Hotel di Vancouver, Kanada, dalam menggaet calon pelanggan. Hotel ini bersedia memberikan iPhone kepada setiap tamu yang menginap sebagai ganti telepon kamar. 

Mengutip laporan situs teknologi Cnet, Sabtu, 7 Juli 2012, setiap tamu yang datang akan diberi satu unit iPhone, asalkan mereka menyatakan tahu bagaimana cara mengoperasikannya.

Namun iPhone ini hanya dapat digunakan untuk memanggil nomor telepon hotel dan nomor lokal di Kanada. Pihak Opus Hotel juga sudah mengunci iPhone agar tidak dipakai untuk melakukan panggilan internasional karena pastinya terkena tarif roaming.

Di dalam ponsel ini juga sudah dimasukkan nomor-nomor penting untuk setiap layanan hotel, termasuk nomor darurat yang dapat dihubungi.

Ketika tamu selesai menginap atau check-out, petugas hotel akan meminta kembali ponsel cerdas buatan Apple tersebut dan menghapus semua aktivitas yang pernah dilakukan tamu tadi di iPhone.

Sebenarnya ini bukan pertama kalinya Opus Hotel menyuguhkan kecanggihan teknologi untuk tamunya. Maret lalu, Opus menjadi hotel pertama yang menyediakan iPad di setiap kamar. Dengan tablet itu, para tamu bisa mendapatkan layanan virtual. (TEMPO.CO)