Ancaman Bahaya di Balik Tindik Lidah

Narayana 734TINDIK telinga terdengar sudah terlalu usang. Tren akhir-akhir ini adalah tindik lidah yang bahkan telah menjadi bagian dari penampilan. Padahal tidak semuanya prosedurnya aman. Apa sajakah itu? 

1. Bakteri dan virus 
Penggunaan peralatan yang tidak steril dapat dipastikan memunculkan bakteri dan virus yang menyebabkan infeksi pada lidah. Lubang pada daerah tindikan lidah akan menjadi tempat masuknya kuman ke dalam pembuluh darah. 

2. Perdarahan dan pembengkakan 
Mengingat letaknya yang berdekatan dengan saluran pernafasan dan mengandung banyak pembuluh darah, lidah yang ditindik lebih berpotensi untuk terjadi perdarahan. Begitupun jika terjadi infeksi pada daerah di bawah lidah, dapat mengakibatkan pembengkakan pada lidah yang berujung pada kesulitan bernafas. 

3. Keretakan pada gigi 
Gesekan yang terus menerus dalam jangka panjang antara perhiasan dengan gigi dapat mengakibatkan gigi retak bahkan sampai patah. 

4. Angina Ludwig dan Endokarditis 
Menurut para ahli di Academy of General Dentistry Chicago, tindik lidah dapat menimbulkan risiko yang serius, bakteri yang disebabkan dari infeksi tindik lidah akan ikut mengalir bersama darah dan akhirnya menyebabkan Angina Ludwig dan Endokarditis. 

Angina Ludwig adalah infeksi akut dengan tanda-tanda pembengkakan yang dapat menutup saluran nafas, dan kemudian menginfeksi lapisan dalam dasar mulut, yang disebabkan oleh kuman Streptokokus. Sedangkan Endokarditis adalah infeksi pada endokardium (lapisan dalam jantung) atau peradangan yang serius di katup jantung, yang merupakan salah satu penyebab penyakit jantung, karena bakteri oral dapat masuk ke dalam aliran darah melalui luka di lidah dan membuka jalan menuju jantung.
sumber: metrotvnews.com

Inilah Dosen Termuda Jerman Berusia 16 Tahun

Narayana 734Saat Carina Lämmle memberi kuliah pertamanya di auditorium Universitas Sains Terapan di Biberach, Jerman, ruangan langsung dipenuhi oleh para mahasiswa calon sarjana sains. Para mahasiswa yang rata-rata duduk di semester tujuh tampak serius mengikuti kuliah dosen mereka ini.
Sekilas hal ini mungkin terlihat biasa saja. Namun lain ceritanya begitu mengetahui kalau Lämmle, dosen pintar asal Oberschwaben itu, adalah seorang gadis berusia 16 tahun yang masih duduk di bangku sekolah setara SMA, tepatnya Pestalozzi Gymnasium.
“Nona Lämmle bisa jadi dosen yang baik tak hanya karena kecerdasannya, namun ia juga yang mampu mengendalikan para mahasiswa yang sulit diatur,” kata Profesor Chrystelle Mavoungue, salah satu kolega Lämmle, dikutip dari Time, 16 Januari 2012.
Meski dari segi usia Lämmle masih belum diperbolehkan masuk ke klab malam dan mendapatkan surat izin mengemudi, namun bakat akademiknya yang menakjubkan tak perlu diragukan. Mavoungue juga menyebutkan, gadis yang masih duduk di tingkat 11 itu merupakan ilmuwan alami yang tak hanya menguasai materi, namun juga memiliki bakat mengajar.
Banyak dosen lain yang juga sepakat dengan testimoni Mavoungue. Di usia 16 tahun, Lämmle bisa jadi merupakan dosen termuda yang pernah ada di Jerman. Di sekolahnya, ia tertarik dengan ilmu-ilmu eksak seperti kimia, biologi, dan fisika. Namun ia juga menyukai gimnastik, tenis, dan piano.
Ia berkali-kali menjuarai kompetisi akademik sehingga mendapat beasiswa di Pusat Penelitian Siswa di Bad Saulgau. Di sinilah ia menemukan minatnya dalam mendalami spektrometer massa yang hanya dipahami sedikit orang. Spektrometer massa adalah cara mengukur rasio massa untuk mengetahui seberapa besar jumlah massa untuk partikel bermuatan.
Lämmle mengutarakan keinginannya untuk tetap mengajar hingga lulus sekolah nanti. Namun, ia mengaku belum mengetahui jurusan apa yang akan dipelajarinya saat kuliah nanti. “Saya belum tahu, karena saya tertarik pada banyak hal,” akunya.
sumber

Tinggalkan 4 Kebiasaan Buruk Dalam Berbusana

Narayana 734Tahun baru merupakan momen yang tepat untuk meninggalkan kebiasan buruk — termasuk dalam hal berbusana. Jadi, mumpung masih bulan Januari, ayo perhatikan beberapa kesalahan berbusana di bawah ini dan jangan sampai Anda ulangi.

Garis pakaian dalam yang terlihat 
Kenakan pakaian dalam yang tepat jika memutuskan berpakaian ketat. Garis pakaian dalam yang terlihat atau visible panty line (VPL) merupakan kesalahan berbusana yang sering dilakukan para wanita. Garis celana dalam yang terlihat saat menggunakan rok atau celana ketat berbahan tipis merupakan kesalahan busana yang harus dihindari. Selain tak sedap dipandang mata, VPL membuat Anda terkesan “selebor” dan tidak peduli penampilan.  

Jika memutuskan mengenakan dress ketat, pastikan Anda menggunakan celana dalam dengan desain jahitan 'seamless' atau tak terlihat. Pilihan lainnya adalah mengenakan celana dalam model G-string atau celana dalam yang panjang sampai paha. 

Melupakan keseimbangan 
Untuk mendapatkan padu-padan yang serasi jangan pernah melupakan keseimbangan. Perhatikan beberapa aspek ini agar terhindar dari kesalahan berbusana. 

Kecuali Anda akan pergi berenang atau berjemur, rumus keseimbangan panjang baju tetap berlaku. Memadukan rok mini dengan atasan yang juga sangat terbuka atau minimalis belum tentu tepat untuk semua orang. Perhatikan tujuan Anda pergi dan tema acara yang dihadiri. Kombinasi mini+minimalis umumnya hanya tepat untuk pesta pantai atau sejenisnya. Selain itu, seimbangkan bawahan mini Anda dengan atasan yang lebih tertutup, begitu juga sebaliknya. 

Keseimbangan warna sangat penting dalam berbusana. Perhatikan juga proporsi tubuh dan keserasian padu-padan warna. Rumus umum yang aman adalah memadukan warna gelap dengan satu warna terang. Jika Anda mengenakan blus oranye, sebaiknya hindari memakai celana hijau terang jika tak ingin terlihat seperti wortel. Kenakan bawahan dengan warna gelap untuk menetralisir warna terang pada atasan Anda. 

Garis-garis, polkadot, atau bunga-bunga? Sebaiknya pilih salah satu jenis motif saja. Memang beberapa orang sukses memadukan berbagai motif dalam satu busana, tapi mungkin mereka hanya Lady Gaga atau Nicky Minaj. Begitu juga jika mengenakan motif garis-garis. Sebisa mungkin hindari terlalu banyak jenis garis dalam satu kesempatan berbusana. Pilih salah satu, vertikal, diagonal, atau horizontal. Terlalu banyak jenis garis dalam busana akan membuat penampilan Anda terlihat “berat”. 

Secara umum, menggunakan dua elemen berbahan denim, apalagi beda warna, merupakan pilihan yang kurang tepat. Hanya supermodel atau koboi yang tetap terlihat bergaya dengan paduan tersebut. Jika berencana menggunakan jaket denim, sebaiknya hindari mengenakan bawahan denim. Denim lebih menarik jika digunakan satu per satu daripada digunakan sekaligus. 

Kusut dan kotor
Ini kesalahan yang sering dilakukan. Tak ada yang lebih menarik dari wanita yang tampil serasi dan terawat. Jangan pernah menyepelekan hal kecil seperti tas atau sepatu yang kotor. Bersihkan sebelum Anda pergi. Usahakan segera lap sepatu atau tas Anda jika terkena kotoran sewaktu dalam perjalanan. Pergi berkencan dengan ujung sepatu yang berlumpur dan hak sepatu yang kotor, berisiko menurunkan poin Anda di mata si dia. Jika ada kerusakan atau noda pada tas Anda segera bersihkan agar tidak terlihat kotor.

Baju kusut juga merupakan salah satu kesalahan yang sering dilakukan. Tak ada alasan untuk hal ini. Anda tak akan mendapatkan kesan positif apapun dari baju yang kusut. Sempatkan waktu sejenak untuk menyeterika baju yang kusut agar terlihat lebih rapih dan menarik. Dengan penampilan yang rapi dan bersih, Anda pasti terlihat semakin menarik. 

Memaksakan diri
Berbusana yang baik adalah tentang keserasian dan keseimbangan. Karena itu jangan pernah memaksakan diri, apapun alasannya. Masing-masing bentuk tubuh memiliki jenis busana yang tepat. Jangan memaksakan diri mengikuti tren jika tak sesuai dengan kepribadian dan bentuk tubuh.

Untuk yang memiliki paha dan betis yang besar, jangan pernah memaksakan diri mengenakan jins yang super ketat. Begitu juga dengan warna rambut. Pirang umumnya hanya tepat untuk wanita berkulit putih di Eropa atau Amerika. Terlalu memaksakan diri untuk mengikuti trend dan penampilan yang tidak sesuai karakteristik tubuh hanya akan menuai cibiran untuk Anda. 

Banyak cara untuk tampil gaya sesuai dengan bentuk tubuh dan kepribadian. Padu-padan yang tepat malah akan membuat tubuh dan penampilan Anda terlihat semakin menarik. Jangan jerumuskan diri Anda hanya sebagai korban mode sesaat. (Yahoo)

Guru Australia: Saya Kaget Murid di Indonesia Cium Tangan

Narayana 734Sistem pendidikan, ditambah budaya yang berbeda membuat beberapa guru Australia peserta program Building Relations through Intercultural Dialogue and Growing Engagement (BRIDGE) terkaget-kaget begitu mendapat kesempatan mengajar beberapa minggu di Indonesia.
Meski demikian, mereka bisa cepat beradaptasi dan mengaku banyak menemukan hal menarik yang tidak mereka temui di negara mereka.

"Saya melihat murid-murid Indonesia sangat menghormati guru mereka. Jujur, saya kaget dengan tradisi murid-murid mencium tangan saya sebagai bentuk penghormatan terhadap guru," tutur Emily Sullivan, seorang pengajar dari Our Lady of Sacred Heart College, Adelaide, di Jakarta.

Menurut Emily, yang mengajar selama beberapa minggu di MAN 2 Jakarta, di Australia murid-murid terbiasa menyapa guru mereka dengan cara yang kasual. Tak heran pengalaman pertamanya mendapat cium tangan dari murid-murid Indonesianya sangat berkesan.

Kolega Emily, Laura Brzezinski, juga mengaku kagum dengan tradisi upacara bendera. "Anda menghormati jasa pahlawan dengan berdiri dan memberi hormat selama beberapa menit setiap Senin pagi, itu mengagumkan. Orang Indonesia ternyata menghargai jasa pahlawannya," kata dia.

Bagi Emily dan Laura yang belum pernah berkunjung ke Indonesia sebelum mengikuti program BRIDGE, pengalaman mereka meruntuhkan stereotip tentang orang Indonesia yang selama ini digembar-gemborkan media luar.

Hal senada juga diutarakan Adam Chad, pengajar Canberra Grammar School, yang mengaku sudah sering sekali bepergian ke Bali. Ia mengungkapkan, media Australia selama ini menggambarkan Indonesia sebagai negara yang masih tertinggal, kecuali untuk Bali yang pariwisatanya sudah mendunia.

"Padahal, kalau orang Australia ingin tahu Indonesia yang sebenarnya, mereka harusnya datang ke tempat selain Bali, ke Jawa misalnya. Banyak hal tentang Indonesia yang tidak bisa Anda temui lewat buku atau Internet," ujar pria berambut pirang ini. 

Adam sendiri mengaku kagum dengan nilai keluarga yang masih sangat kuat di Indonesia. "Di Indonesia, apapun yang terjadi pada Anda, selalu ada keluarga sebagai support system. Sungguh sesuatu yang tidak bisa sering ditemui di Australia."

Lain lagi cerita Melanie Cross, pengajar Waggrakine Primary School, Geraldton. "Murid-murid Indonesia sangat menyenangkan, mereka antusias! Kalau sudah di depan kelas, kadang saya merasa jadi selebriti," katanya setengah berseloroh.

Menurutnya, anak-anak Indonesia memiliki rasa keingintahuan yang tinggi, namun tanpa mengurangi rasa hormat mereka terhadap guru. Selain itu, kekerabatan antar mereka juga masih kuat.

"Inilah yang menjadi pentingnya ada kemitraan yang kuat antara Indonesia dan Australia. Saya harap semakin banyak siswa Australia yang tertarik mempelajari Indonesia dan budayanya dengan berkunjung langsung ke Indonesia," harap Melanie.
sumber: vivanews

Dianggap Berisik, Israel Cari Cara Matikan Adzan

Adzan
Narayana 734Pemerintah Israel mencari cara agar suara volume suara adzan dari berbagai Masjid di wilayah perbatasan Israel-Palestina dapat dikecilkan atau dimatikan. Hal ini dikarenakan para pemukim Yahudi yang mengeluh, adzan itu menyebabkan kebisingan ketika mereka sedang tidur.
Dalam laman Haaretz, Rabu (18/1), Administrasi Pemerintahan Sipil Israel di Tepi Barat mencari cara penggunaan teknologi untuk mematikan volume suara panggilan muadzin tersebut.
Kepala Administrasi Pemerintahan Sipil Israel, Brigjen Moti Almoz mengadakan pertemuan dengan beberapa ahli teknis militer. Agar dapat dicari teknologi untuk dapat mematikan secara otomatis volume adzan dari wilayah Palestina.
Pejabat Administrasi Sipil beranggapan tidak perlu meminta persetujuan otoritas palestina. “Pemerintah Palestina akan menyambut baik hal ini, banyak juga warga Palestina juga mengeluhkan tentang suara keras ini,” ujarnya.
Ternyata teknologi juga dapat berdampak bagi masjid di wilayah Israel. Bulan lalu, Pejabat Israel dari Partai Yisrael Beiteinu, Anastassia Michaeli mengajukan RUU untuk melarang penggunaan sistem suara oleh muadzin di Masjid. Karena alasan yang sama kebisingan. RUU ini awalnya didukung oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, tapi akhirnya gagal karena keberatan dari pejabat lain dari partai Likud.
Di wilayah Hebron, Pemukim Yahudi bahkan membalas suara adzan dengan membunyikan musik Hasid khas Yahudi dengan pengeras suara sekencang-kencangnya. Namun akhirnya dapat dimediasi oleh Departemen Perlindungan Lingkungan, dengan alasan wilayah masjid di dekat pemukiman yahudi ini berada dalam makam leluhur yang berada diwilayah kendali Israel.
REPUBLIKA.CO.ID