Pak, Bu, Tolong Jangan Katakan Hal Ini pada Anak Anda

Narayana 734Memiliki dan membesarkan sang buah hati punya seni tersendiri. Apalagi, kata para pemerhati anak, tidak ada sekolah khusus untuk menjadi orang tua. Tak jarang, kita terlalu yakin mampu membesarkan buah hati dengan cara sendiri. Ternyata, tidak semudah itu. Berawal dari komunikasi sehari-hari, perkembangan anak pun bisa saja terganggu. Nah, bapak dan ibu, ada kata-kata yang sebaiknya tidak Anda lontarkan untuk buah hati tercinta.
Apa itu?
''Pergi sana! Bapak Mau Sendiri!''
Ketika Anda kerap melontarkan kata-kata ini pada anak, Suzette Haden Elgin, pendiri Ozark Center, mengatakan anak-anak akan berpikir tidak ada gunanya berbicara dengan orang tuanya karena mereka selalu diusir. ''Jika Anda terbiasa mengatakan hal-hal itu pada anak-anak sejak mereka kecil, biasanya mereka akan mengatakan hal serupa ketika dewasa.''
''Kamu Itu...''
Pelabelan pada anak adalah cara pintas untuk mengubah anak-anak. Jika seorang ibu mengatakan, ''Anak saya memang pemalu'', maka anak akan menelan begitu saja label itu tanpa bertanya apa pun. Apalagi, bila kita memberikan label buruk pada anak-anak, itulah yang akan melekat dalam benak mereka. Seumur hidup.
''Jangan Nangis''
Atau, kata-kata serupa seperti, ''Jangan cengeng'' atau ''Nangis melulu''. Padahal, untuk anak-anak yang belum dapat mengekspresikan emosi lewat kata-kata, mereka hanya dapat menyalurkannya dengan cara menangis. Adalah wajar, bila anak-anak merasa sedih atau ketakutan. ''Sebenarnya, wajar saja bila ortu ingin melindungi anak mereka dari perasaan-perasaan itu. Tapi, dengan mengatakan ''jangan'' tidak berarti anak-anak akan lebih baik. ''Ini juga akan memberikan kesan bahwa emosi mereka tidak benar, bahwa tidak baik untuk merasa takut atau sedih,'' ujar Debbie Glasser, direktur Family Support Services.
Lebih baik, katakan pada anak bahwa Anda memahami perasaan sedih yang dia alami. ''Ibu paham kamu takut dengan ombak. Ibu janji tidak akan melepaskan tanganmu lagi, Nak...''
''Kenapa kamu tidak bisa seperti saudaramu?''
''Lihat tuh, Doni rapi banget mengancing bajunya. Kok kamu tidak bisa?''
Para pakar menilai wajar orang tua membandingkan anak-anaknya. Ini akan menjadi referensi terhadap perkembangan anak-anak. Namun, tolong, jangan katakan ini di depan anak-anak. Ini karena tiap anak adalah individu yang berbeda. Mereka punya kepribadian tersendiri. Membandingkan anak dengan orang lain berarti Anda menginginkan anak Anda menjadi orang yang berbeda.
REPUBLIKA.CO.ID

Wah, Ternyata Wanita Lebih Jago Selingkuh?

Narayana 734Jika ada yang menyebut kata "selingkuh", biasanya yang pertama terlintas di pikiran kita adalah seorang playboy atau sesosok pria yang sering menyakiti hati wanita. Selingkuh seolah-olah identik dengan perilaku dan kebiasaan lelaki. Padahal kenyataannya tak begitu. 
Baru-baru ini Manchester Metropolitan University di Inggris melakukan penelitian tentang perilaku berselingkuh pada wanita dan pria. Hasilnya, 20 persen pria mengaku pernah berselingkuh dari pasangannya. 
Bagaimana dengan wanita? Ternyata angkanya tak jauh berbeda. Sebanyak 16 persen wanita di Inggris mengaku pernah tak setia. Tapi sebetulnya pria perlu lebih berhati-hati menjaga agar pasangannya tak berselingkuh. Penelitian lainnya tentang perselingkuhan membuktikan bahwa perselingkuhan wanita ternyata lebih "berbahaya" dibandingkan perselingkuhan pria. Bagaimana bisa?

Wanita berselingkuh jika hubungannya bermasalah
Sebagian besar pria berselingkuh karena tak dapat menahan nafsu. Bisa saja hubungannya dengan istri/kekasihnya sebetulnya tak bermasalah. Ia hanya semata tergoda oleh wanita lain atau dihadapkan pada kesempatan untuk berselingkuh yang tak dapat ia tolak. Menurut Ruth Houston, penulis buku "Is He Cheating On You", hanya 20 persen wanita yang berselingkuh karena nafsu. Sedangkan pada pria, angkanya mencapai 80 persen.
Wanita justru sebaliknya. Jika hubungannya asmaranya baik-baik saja, ia biasanya tak akan berselingkuh. Alasan utama wanita berselingkuh adalah karena ia sebetulnya tak bahagia dengan hubungannya. Alasannya bisa karena kesepian, seks yang tak memuaskan, atau kebutuhan emosi yang tak terpenuhi. Intinya ada sesuatu yang tak bisa dipenuhi oleh suami atau pasangannya itu. 
Menurut Helen Fisher, PhD, antropolog biologi dan penulis buku "Why We Love", 66 persen wanita yang berselingkuh mengaku tak bahagia dalam pernikahannya. Sedangkan pada pria, angkanya hanya 44 persen.

Wanita terikat secara emosi pada selingkuhannya
Karena wanita berselingkuh dengan alasan emosional (bahasa kerennya "main hati"), biasanya akan lebih sulit pula bagi wanita untuk mengakhiri perselingkuhan tersebut. Tak jarang wanita merasa jatuh cinta pada pria idaman lain tersebut, bahkan mencintainya lebih dari pasangannya sendiri.
Ikatan emosional antara wanita dengan selingkuhannya juga lebih kuat dibandingkan pria dengan selingkuhannya. Sebuah penelitian membuktikan bahwa perselingkuhan yang dimulai atau diawali oleh sang wanita biasanya bertahan tiga kali lebih lama dibanding perselingkuhan yang dimulai oleh laki-laki.

Wanita berselingkuh dengan lebih "serius"
Pria mungkin bisa dengan mudah dan tanpa pikir panjang memutuskan untuk selingkuh. Tak demikian halnya dengan wanita. Wanita selalu memikirkan baik-baik apa risikonya jika ia berselingkuh. Jika hubungan terlarang itu dia anggap hanya buang-buang waktu, atau risikonya tak sepadan dengan kesenangannya, ia tak akan melanjutkan. Pria dapat berselingkuh berkali-kali dengan banyak wanita karena baginya itu tak berarti apa-apa, tapi bagi wanita, jika ia memutuskan untuk selingkuh artinya pria idaman lain itu istimewa.

Wanita lebih jago menyembunyikan perselingkuhan
Wanita seringkali mengetahui saat pasangannya berselingkuh, tapi tidak sebaliknya. Selain pria tak memiliki insting mendeteksi kebohongan seperti wanita, kaum wanita juga lebih piawai menyembunyikan hubungan terlarangnya. Wanita sudah terlatih untuk berbohong sejak kecil demi menjaga perasaan orang lain. Hal yang sama tak terjadi pada pria, sehingga pria biasanya merasa lebih gugup saat berbohong. (Yahoo)

6 Kesalahan Berdandan yang Tidak Disadari

Narayana 734Berdandan atau merias wajah adalah salah satu kegiatan wajib wanita supaya penampilannya maksimal. Namun terkadang banyak kesalahan yang tidak disadari para wanita saat merias wajahnya. Apa saja?

Salah pilih warna alas bedak
Alas bedak, atau foundation, menjadi dasar dalam merias wajah. Sayangnya tak semua wanita dapat memilih alas bedak tepat sesuai warna kulitnya. Kesalahan wanita Indonesia yang paling sering terlihat adalah memilih alas bedak dengan warna terlalu muda. 
Akibatnya saat saat selesai berdandan, kulit wajah terlihat bak topeng, sama sekali tidak alami. Ada baiknya untuk berkonsultasi pada penasihat kecantikan yang ada di pusat perbelanjaan sebelum memilih warna alas bedak. Mereka juga dengan senang hati akan membantu Anda memilih dan mencoba warna alas bedak yang paling tepat.

Tak peduli jenis kulit
Memilih kosmetika tak boleh sembarangan. Harus yang sesuai dengan jenis kulit Anda. Bagi yang berkulit kering, hendaknya memilih kosmetika khusus kulit kering, begitu juga bagi Anda yang berkulit berminyak. Hal ini bertujuan agar kulit wajah terlihat lebih indah saat wajah selesai dirias. Tentunya Anda tak mau terlihat jelek seusai merias diri bukan?

Pemakaian lip liner
Lip liner sering jadi alat memanipulasi bentuk bibir. Mereka yang ingin bibirnya terlihat lebih berisi akan memakai lip liner di luar garis bibir yang sesungguhnya. Begitu pula sebaliknya.
Tetapi bila Anda belum mahir benar memakai lip liner, wajah Anda akan terlihat tidak alami. Tampilan Anda justru akan terllihat berlebihan. Lebih baik bermain-main dengan warna-warna lipstik. Ada warna lipstik yang akan memberi kesan bibir lebih tebal, begitu pula sebaliknya. Jangan lupa untuk mendiskusikannya dulu dengan konsultan kecantikan.

Bentuk alis
Berhati-hatilah ketika membentuk alis sebab alis merupakan hal yang penting dalam merias wajah. Mencukur alis sampai habis bukan pilihan tepat. Namun membiarkannya tumbuh berantakan juga bukan pilihan yang baik. Bagi Anda yang tidak terlalu mahir memakai pensil alis, sebaiknya rapikan saja alis Anda (dengan membuang bulu-bulu halus yang tumbuh di sekitarnya) tanpa mengubah bentuk. Jika Anda ingin membentuk alis secara berbeda, sebaiknya datangi salon-salon khusus yang memiliki pelayanan untuk merapikan alis.

Padu-padan eye shadow
Anda mungkin memiliki eye shadow dengan 48 palet warna. Namun bukan berarti Anda harus mencampur semua warna tersebut di kelopak mata sekaligus. Yang paling mudah, sesuaikan saja warna eye shadow dengan warna busana Anda. Namun jika ingin tampil lebih alami, warna pastel seperti peach, atau cokelat muda bisa jadi pilihan.

Salah memilih warna perona pipi
Perona pipi atau blush-on merupakan salah satu kosmetika wajib bagi wanita. Tapi awas jangan sampai pilih warna. Perona pipi dengan warna yang tidak sesuai akan membuat penampilan Anda telihat bagai badut. Apalagi jika dipakai terlalu berlebihan. (Yahoo)

Selandia Baru Ajukan Mencukur Domba Masuk Olimpiade

Narayana 734Federasi Petani Selandia Baru mengajukan mencukur bulu domba untuk menjadi cabang olahraga Olimpiade, dan menyebut para ahli pencukur bulu domba sebagai atlet kelas dunia.
Dengan gelaran Kejuaraan Dunia Mencukur Bulu Domba yang akan diadakan di kota Masterton di North Island pada bulan Maret nanti, juru bicara federasi, Jeanette Maxwell menyatakan bahwa mencukur bulu domba adalah sebuah olah raga yang bonafit yang pantas mendapatkan pengakuan internasional.
"Tentu saja, waktu telah tiba untuk mengangkat status olahraga mencukur bulu domba ke tingkat dunia?" ujarnya dalam suatu pernyataan. "Mencukur bulu domba mungkin bisa menjadi cabang pertandingan di Persemakmuran, jika tidak, Olimpiade itu sendiri.
Maxwell mengatakan bahwa para peserta akan bersaing untuk mencukur bulu domba hingga 700 ekor dalam rentang waktu delapan jam, dalam prestasi yang setara dengan melakukan dua marathon secara berturut-turut.
"Aku juga bisa bersaksi tentang usaha fisik para atlet yang mencukur bulu domba yang membawa ke tingkat berikutnya," ujarnya.
Badan olahraga pemerintah Selandia Baru. SPARC, juga telah mengakui mencukur bulu domba sebagai suatu olahraga, dan merestui untuk melakukan pertandingan tersebut.
Selandia Baru memiliki populasi sekitar 4,4 juta orang yang tidak sebanding dengan ternak domba sebanyak 40 juta, seperti dikutip dari Statistik Selandia baru.
antaranews.com

Cina Bangun Hotel 30 Lantai dalam 15 Hari

Narayana 734Pengembang Cina kembali menghebohkan dunia properti. Setelah membangun gedung 15 lantai dalam enam hari pada 2010 lalu, Broad Sustainable Building kembali mendirikan bangunan pencakar langit dalam hitungan hari.
Kali ini BSB membangun hotel bertingkat 30 lantai dalam waktu 360 jam atau 15 hari. Diberi nama T30, hotel ini memiliki 315 kamar standar, 32 suite, delapan kamar suite besar, dua presiden suite, restoran, bar, pusat kebugaran, kolam renang, ruang parkir bawah tanah, dan landasan helikopter.
Untuk membangun gedung pencakar langit itu, BSB harus merogoh kocek sekitar US$ 17 miliar, setara dengan Rp 155,9 triliun. "Hotel ini mulai dibangun pada 2 Desember 2011 dan akan diresmikan 18 Januari 2012," kata Wakil Presiden Direktur Broad Group Juliet Jiang.
BSB merupakan anak perusahaan dari Broad Group. Dalam dua tahun terakhir, Broad Group berhasil menunjukkan pada dunia jika mereka bisa mendirikan bangunan dalam hitungan hari, bahkan jam.
Pertama kali, tahun 2010, Broad Group berhasil merakit paviliun berlantai enam dalam waktu 24 jam. Kedua, perusahaan itu mendirikan gedung 15 lantai selama enam hari di 2010. Dan kali ini membangun T30 dalam waktu 360 jam.
"Sekitar 93 persen gedung itu dibangun dengan cara menyatukan antar komponen per lantai. Setelah itu, baru kami rangkai menjadi satu," ujar Jiang.
Mengenai sejumlah keraguan akan kualitas kekuatan bangunan T30, Jiang menampiknya. Menurut dia, keraguan itu hanya diungkapkan oleh orang-orang yang tidak mengerti cara penggunaan teknologi konstruksi. "Biar waktu yang membuktikan semuanya," kata dia.
Berdasarkan siaran pers China Academy of Building Research (CABR), T30 dibangun dengan sistem struktur yang baru dikembangkan Broad Building. Pada Mei 2011 lalu, CABR melakukan serangkaian tes gempa pada model simulasi bangunan sejenis T30. Hasilnya, gedung tersebut mampu bertahan menghadapi gempa dengan kekuatan 7,0-9,0 skala Richter.
"Pembangunan gedung ini merupakan pengembangan teknologi konstruksi setelah tragedi gempa 8,0 skala Richter yang menewaskan 70 ribu warga pada 2008 lalu,” kata Jiang.
Kini Board Group kembali berencana mendirikan bangunan sejenis T30 dalam waktu 200 jam. Menurut Jiang, hal itu bisa saja terwujud kala para pekerja sudah lebih terampil.
TEMPO.CO